LPKSM Al-Badar Perjuangan Kritisi Tindakan OJK yang Tanpa Didasari Bukti

SETELAH acara Focus Group Discussion (FGD), yang digelar oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa, (11/10/2016), yang membahas tentang PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), kini banyak menuai kritikan.

Kritikan tersebut salah satunya datang dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Al – Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini S.Sos. Menurut Vinartie yang akrab di sapa Arini ini, acara tersebut merupakan salah satu upaya OJK untuk menjatuhkan PT. CSI.

“Ketika OJK mengundang beberapa pihak untuk mendiskusikan tentang PT. CSI Group, kenapa PT. CSI Group sendiri tidak diundang.” Tandasnya.


Dikatakannya,bahkan dalam kesempatan itu, saat di wawancarai, salahseorang pejabat dari Mabes Polri yang turut diundang, tidak bisa mengatakan bukti kejahatan di tubuh PT.CSI. Dalam forum diskusi yang berjalan selama 4 jam tetsebut, pihak OJK yang dimotori oleh Tongam L Tobing, menarik kesimpulan jika PT.CSI adalah perusahaan ilegal.

“ Saya heran, karena saat di tengah-tengah berlangsungnya diskusi, ada perbedaam pendapat antra OJK pusat dengan OJK Kabupaten Cirebon. Saat itu, kepala OJK Cirebon, mengatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak pernah mengatakan jika CSI itu Perusahaan bodong. Tapi kenapa OJK pusat begitu ngotot ingin membubarkan dan mencap CSI sebagai perusahaan ilegal.” Kata Arini.

Ketua LPKSM Al-Badar Perjuangan yang asli kelahiran Garut ini, juga memperingatkan OJK, bahwa jangan sesekali memaksakan hal yang belum jelas kebenarannya. Diantaranya ialah OJK meminta kepada Dinas Koperasi untuk mencabut izin KSPPS BMT yang merupakan salah bagian dari PT. CSI Group, yang sudah jelas perizinanya.

“OJK itu fungsinya untuk melindungi dan melayani masyarakat, bukannya melayani pejabat,” tegasnya.

Buntut dari kekesalan Ketua dan anggota LPKSM Al-Badar Perjuangan tersebut, akhirnya dilampiaskan dengan mendatangi kantor OJK Cirebon, yang bertempat di gedung Bank Indonesia (BI) Cirebon lantai 3 pada Rabu, (15/10/2016).

Sayangnya, mereka tidak bisa menemui kepala OJK Cirebon, dan hanya di temui oleh beberapa orang stafnya saja.  (Useu G Ramdani/ adv.) ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI