Longsor Terjang Banjarwangi, Jalan Desa Padahurip Nyaris Tertutup

BANJARWANGI, (GE).- Akibat intensitas hujan tinggi selama hampir dua hari, dinding tembok penahan tanah (TPT) di jalan Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, sepanjang 10 meter ambruk diterjang longsor. Longsor yang terjadi sekira pukul 13.00 WIB itu membuat badan jalan nyaris tertutup dan hanya tersisa 1,5 meter. Longsor di kawasan selatan Garut ini berdampak pada terganggunya akses jalan ke beberapa kampung sekitar.

Kepala Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut TB Agus mengatakan, jarak lokasi longsor dengan permukiman warga sekitar 500 meter. Peristiwa longsor, ucap dia, tidak sampai mengancam jiwa.

“Dari lokasi longsor ke permukiman jaraknya cukup jauh, sekitar 500 meter. Longsor tidak mengancam jiwa, begitu juga saat peristiwa terjadi, tidak ada korban jiwa,” jelasnya, Minggu (14/8/2016).

Meski begitu, tambah dia, pemerintah desa dan pihak terkait mesti segera memperbaiki TPT jalan tersebut. Sebab bila dibiarkan, jalan desa tersebut akan habis terkikis longsor.

“Kalau dibiarkan (jalan) bisa habis. Harus cepat-cepat diperbaiki. Kami BPBD hanya bertugas menyampaikan ke instansi yang lain. Kewenangan perihal perbaikan ada di tangan pemerintah desa setempat. Bila pun harus ada campur tangan dari pemerintah daerah, kewenangannya ada di Distarkim (Dinas Tata Ruang dan Permukiman) Garut,” paparnya.

Dijelaskannya, kawasan Kecamatan Banjarwangi masuk ke dalam salah satu wilayah berkategori pergerakan tanah menengah di Garut. Dalam kategori menengah, jelas dia, daerah tersebut rawan terjadi longsor namun tidak menimbulkan korban jiwa.

“Melihat kontur tanah labil dan kondisi geografis, wilayah Banjarwangi masuk ke dalam kategori menengah. Artinya, meski rawan longsor tapi tidak menimbulkan korban jiwa. Beda halnya dengan Kecamatan Singajaya, masuk kategori pergerakan tanah tinggi, karena banyak permukiman di lokasi rawan longsor. Akibatnya memang bisa mengancam korban jiwa,” paparnya.

Terkait guyuran hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Garut, Agus menyatakan pihak BPBD Garut mewaspadai ancaman bahaya longsor.

“Himbauan untuk daerah yang dinyatakan potensi (terjadi bencana) harus selalu waspada dan kesiapsiagaan,” katanya.

Ditambahkannya, hujan dengan intensitas kecil mengguyur beberapa daerah di Garut sejak, Sabtu (13/8/2016) dini hari, dan terus berlangsung hingga Minggu siang. Bahkan hingga menjelang sore cuaca mendung masih menyelimuti kawasan perkotaan Garut.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di zona potensi bencana longsor dan banjir agar selalu waspada untuk menghindari ancaman bahaya. Aparat desa dan kecamatan, juga harus lebih aktif meninjau lokasi zona potensi bencana alam. (Tim GE)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN