Lomba Mobil Rias Telan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Warga : “Mending Duitna Dipake Ngomean Jalan Rusak”

GARUT, (GE).- Lomba mobil rias yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dinilai hanya memboroskan anggaran. Pasalnya perlombaan ini sama sekali tak memiliki manfaat bagi warga Garut. Padahal, untuk perlombaan ini biaya yang harus dikeluarkan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu peserta dari dinas yang enggan disebutkan namanya, mengaku merogoh kocek lebih dari Rp 5 juta untuk merias mobilnya. Padahal riasan mobilnya hanya sederhana saja. Apa lagi jika hiasan mobilnya mewah.

Sementara itu, ketua panita acara, Ir. Beni Yoga Guna Santika, mengatakan, peserta tahun ini di ikuti sebanyak 110 kendaraan hias dari kalangan SKPD Garut, Perusahaan Daerah dan Swasta, serta kalangan umum. Kendaraan itu berkeliling disejumlah Jalan Protokol di Kota Garut.


Berdasarkan pantauan “GE” kendaraan hias berjalan beriringan setelah dilepas Bupati Garut, Rudy Gunawan. Jumlah mobil rias seperti diungkapkan ketua panitia diikuti 110 peserta. Jika dikalikan Rp 5 juta tiap kendaraan jumlahnya bisa mencapai Rp 550.000.000 belum lagi biaya untuk penyelenggaraannya.

Kendaraan rias ini sempat menarik perhatian warga di sepanjang jalur yang dilewati. Namun sayangnya iring-iringan kendaraan rias malah memacetkan arus lalulintas di perkotaan.

Salah seorang warga Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Angga (32), mengaku terganggu dengan kegiatan mobil rias yang digelar di sepanjang Jalan Protokol. Ia mengaku terjebak kemacetan di sekitar Jalan Cimanuk hingga lebih dari satu jam.

“Tadi banyak jalan yang diblokir. Jadi kemacetan tak terelakkan,” kata Angga, Sabtu (25/2/2017).

Menurutnya daripada menyelenggarakan mobil rias, lebih baik dananya digunakan untuk perbaikan jalan. Agar semua masyarakat dapat merasakan kenyamanan.

“Coba lihat sekarang banyak jalan bolong di mana-mana. Mending duitna dipake ngomean jalan rusak,” ujarnya.

Menurutnya HJG seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyampaikan keberhasilannya ketimbang menghambur-hamburkan anggaran. Ia berharap penyelengaraan HJG tahun ini agar dievaluasi. Agar peringatan HJG yang akan datang diisi oleh kegiatan yang bermanfaat.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Masyarakat Peduli Anggaran Garut (MAPAG), Haryono menyebutkan momentum Hari Jadi Garut (HJG) sama sekali belum dapat memberilan nilai tambah terhadap masyarakat.

“Ya, terkesan stagnan dan pemborosan anggaran, HJG yang lebih bersifat seremonial serta euforia dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.Tidak ada yang istimewa dalam setiap helaran HJG,” ucap Haryono.

Menurut Haryono, HJG ini mestinya dimanfaatkan untuk mengekspos hasil dari pembangunan Kabupaten Garut. Dan seharusnya lebih terbuka dalam penerapan alokasi anggaran yang berbasis APBD Garut yang nilainya triliunan rupiah tersebut. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI