Logo HJG ke 204 Menuai Kegaduhan Baru, Ketua MUI Garut Angkat Bicara

GARUT (GE),- Kontroversi logo Hari Jadi Garut (HJG) dengan gambar badan manusia berkepala domba menuai kegaduhan baru. Akhirnya logo tersebut urung dipakai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang menjadi salah satu panitia perhelatan HJG ke 204, setelah mendapat reaksi penolakan banyak pihak.

Terkait logo kontroversila tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut angkat bicara. Bahkan MUI dengan tegas menolak diterbitkannya logo yang memadukan anatara binatang dan manusia.

” MUI juga sepakat menolak logo bergambar manusia berkepala manusia itu. Bikin logo, apalagi menyangkut pemerintahan, itu jangan sembarangan dan harus dimusyawarahkan, bahkan sebaiknya ada persetujuan dari DPRD,” tegas Ketua MUI Garut, KH. Sirojul Munir.


Dikatakan, Sirojul Munir, atau yang lebih dikenal dengan nama Ceng Munir, bahwa pembuatan gambar saja, baik gambar manusia, ataupun binatang, itu terdapat silang pendapat diantara para ulama Fiqih.

” Untuk gambar saja, itu ada dua pendapat ulama fiqih. Ada yang membolehkan dan ada yang melarang, apalagi gambar manusia berkepala binatang,” tuturnya, saat dihubungi via telephone genggamnya, Sabtu (11/02/ 2017).

Ceng Munir, demkian sapaan akrab Ketua MUI Garut, meminta Pemkab Garut segera menghapus logo tersebut dalam spanduk, atau media promosi lainnya yang berlogo kontroversial tersebut.

“Segera dicopot, supaya tidak terjadi kegaduhan yang berlarut. Pak Bupati sebaiknya segera memerintahkan Satpol PP untuk segera menurunkan spanduk yang ada logo begitu,” tandasnya. (Dhief)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI