Lima Jabatan Kadis Dilelang, Kursi Kadisdik Paling Diincar

GARUT, (GE).– Lelang jabatan lima posisi kepala dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Garut, akan diperebutkan oleh 17 orang pelamar. Dari jumlah tersebut, hanya ada satu orang pelamar yang datang dari luar Garut meski lelang jabatan dibuka secara umum untuk pelamar dari seluruh Indonesia.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, H Asep Sulaiman Farouk mengungkapkan, pendaftaran pelamar telah ditutup dan untuk posisi kepala dinas berkas lamaran yang sudah masuk ke panitia seleksi ada 17 pelamar, satu orang diantaranya berasal dari luar Garut yang melamar posisi direktur RSU dr Slamet Garut. “Paling banyak yang melamar untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), yang kedua Diskominfo,” jelas Asep saat dihubungi Rabu (24/11.2016).

Satu orang pelamar dari luar Garut yang melamar jabatan Direktur RSU dr Slamet Garut, menurut Asep berprofesi sebagai dokter. Namun, saat ini berkas pelamar tersebut masih dalam tahapan seleksi administratif. “Semua berkas lamaran yang masih dalam tahapan seleksi administratif,” katanya.


Setelah lolos seleksi administratif, selanjutnya para calon menurut Asep akan menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan, asessment psikologi serta pembuatan karya tulis yang semuanya dilakukan oleh panitia seleksi. “Jadi nanti pansel akan memberikan tiga nama untuk tiap posisi kepala dinas kepada bupati untuk dipilih satu orang,” katanya.

Dari 17 pelamar yang memperebutkan lima kursi kepala dinas, menurut Asep diluar satu pelamar yang dari luar Garut, 16 orang pelamar lainnya semua berasal dari Garut dan semuanya saat ini menempati jabatan setingkat eselon III A. “Ya mereka mengejar promosi semua, untuk pejabat eselon II, tidak ada yang ikutan melamar,” katanya.

Asep menuturkan, pejabat kepala dinas yang jabatannya saat ini dilelangkan, memang tidak dilarang untuk ikut melamar. Namun, menurutnya tidak ada satupun pejabat eselon II yang melamar untuk posisi kepala dinas yang dilelangkan. “Tidak ada eselon II yang ikut melamar, kan nanti kebijakan bupati untuk penempatan mereka,” katanya.

Pengumumannya sendiri, menurut Asep ditargetkan pada bulan Desember nanti mengingat tahun 2017 sudah diberlakukan SKPD baru. Makanya, Desember mendatang akan ada pelantikan dan pengukuhan secara besar-besaran di Pemkab Garut. “Jadi ada yang dilantik, ada yang dikukuhkan karena di dinasnya tidak ada perubahan SOTK dan pejabatnya tidak ikut melamar ke posisi lain,” katanya.
Asep mengaku, untuk mengejar target penerapan SKPD baru, pihaknya terus melakukan pengolahan data para pejabat yang melamar. Karena, saat ini bukan hanya jabatan eselon II saja yang dibuka secara umum. Namun, jabatan setingkat eselon III pun ikut dibuka secara umum. “Ya tiap hari sampai malam, kita kejar target,” akunya. (ari)

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI