Liburan Tahun Baru, Wisatawan Padati Kawasan Pantai Selatan Garut

GARUT, (GE).- Kawasan pesisir pantai selatan Garut masih menjadi primadona bagi para wisatwan saat liburan tahun baru (2017). Diperkirakan jumlah pengunjung yang menghabiskan libur akhir tahun di kawasan ini jumlahnya mencapai 100 ribu orang lebih.

Keramaian pengunjung dikawasan selatan Garut tampak di penghujung tahun. Kemacetan di sejumlah ruas jalan menuju pintu masuk Pantai Santolo dan Sayang Heulang tak terhindarkan.

Kasatpolairud Polres Garut, AKP Tri Andri, menyebutkan sejak memasuki liburan sekolah kawasan pantai selatan telah ramai dikunjungi wisatawan. Namun puncaknya terjadi saat malam tahun baru. Pengunjung bahkan banyak yang tidur di sekitaran pantai karena tak mendapat penginapan.


“Memang setiap tahunnya wilayah selatan Garut diserbu wisatawan yang ingin merayakan malam tahun baru. Hari ini jumlah pengunjungnya sudah mulai berkurang tapi masih tetap ramai,” ujarnya, Senin (2/1/ 2017).

Dijelaskannya, para pengunjung kebanyakan datang ke Pantai Santolo dan Sayang Heulang. Kedua pantai tersebut memang menjadi favorit bagi wisatawan.

“Yang datang ke Santolo saja saat perayaan tahun baru mencapai 35 ribu orang. Sedangkan ke Sayang Heulang ada 20 ribu.,” katanya.

Banyaknya jumlah pengunjung, tutur Andri, membuat pihaknya lebih bersiaga. Pasalnya pada tahun lalu, terdapat wisatawan yang meninggal dunia karena memaksakan diri berenang ke pantai. Padahal gelombang laut di pantai selatan itu sangat besar.

“Sampai hari ini (kemarin) tidak ada wisatawan yang kembali menjadi korban. Kami terus memperingatkan wisatawan agar tak berenang ke laut,” ucapnya.

Pihaknya terus memberi imbauan kepada setiap wisatawan untuk bisa menjaga keselamatan. Sejak pintu masuk pantai, lanjut Tri, wisatawan sudah diberi peringatan untuk tak berenang. Ditambah gelombang laut di selatan saat perayaan tahun baru mencapai dua meter.

“Selain itu anggota kami juga melakukan patroli dengan berkeliling pantai. Kami terus memberi imbauan agar tidak berenang. Kalau ada yang ke tengah kami langsung peringatkan.” Tandasnya.

Tri menambahkan, pihaknya juga telah memasang papan peringatan larangan berenang. Bendera berwarna merah sebanyak 300 juga dipasang di sepanjag pantai. Semua langkah antisipasi tersebut dilakukan agar tak ada korban jiwa selama musim liburan. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI