Lelang Jabatan Akhirnya Batal, Bupati Garut: “Nanti Saja Setelah Pilkada”

Rudy Gunawan, Bupati Garut.***

GARUT, (GE).- Lelang jabatan yang sudah direncanakan Pemkab Garut, dan sudah menunjuk panitia seleksi, karena adanya beberapa jabatan yang kosong, baik untuk posisi kepala dinas, sekretaris dinas dan yang lainnya. Namun rencana Pemkab Garut itu terganjal Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2015.

“Begini, lelang jabatan itu tidak dimungkinkan oleh Undang-Undang Nomrr 10 Tahun 2015, tentang pemilihan umum. Kami sudah komunikasi dengan Kemendagri, kalau ada yang pensiun itu dijabat oleh Plt. Jadi lelang jabatan itu batal, nanti saja setelah Pilkada,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, Sabtu (14/10/17).

Dikatakannya, khusus untuk dinas pendidikan, yang Plt nya dijabat oleh Dede Sutisna selaku sekretaris Disdik, yang akan memasuki masa pensiun mulai Nopember 2017 ini, Plt Kepala Disdik akan dijabat oleh eselon dua, sedangkan Plt sekretarisnya akan diberikan kepada pejabat eselon tiga yang yang ada di Disdik.


Sementara itu, disinggung soal anggaran Rp 7 miliar untuk revitalisasi sekolah dasar (SD) Regol 5, Regol 6 sampai dengan SD Regol 12 yang tidak direalisasikan. Rudy menegaskan, rehab itu batal, karena defisit anggaran.” Karena kita defisit anggaran, maka yang Rp 7 miliar itu dibatalkan, tidak dialihkan,” tukasnya.

Ditambahkannya, pihaknya mengiginkan pendirian boarding school, seperti Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah yang ada di Jalan Ciledug, yang rencananya akan dikunjungi Presiden Jokowi Selasa, 17 Oktober mendatang.

“Pak Presiden akan ke Garut pada hari Selasa, sudah ada konfirmasi. Beliau tertarik karena di Garut ada pembangunan pasar-pasar modern, dan ada boarding school Darul Arqom. Nah, Pemda juga tertarik untuk mendirikannya. Kalau di Darul Arqom menginap, untuk kita tidak menginap,” katanya. (Jay).***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI