Lebih Satu Bulan Warga Satu Kampung Diserang Cikungunya, Pemkab Garut Belum Bertindak

GARUT, (GE).- Puluhan warga Kampung Sundulan, Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, terserang penyakit lumpuh layu atau Cikungunya. Warga yang merasakan pegal linu disertai panas yang sangat tinggi sudah terjadi satu bulan yang lalu.

Sebagian penderita ada yang dirawat dan ada juga yang lebih memilih melakukan pengobatan alternatif dikampung. Soalnya mereka kebanyakan mayoritasnya orang yang tidak mampu.

“Panas tinggi dan pegal-pegal sudah dirasakan sejak satu bulan yang lalu. Namun hingga saat ini tidak kunjung sembuh,” ungkap Ai Yati (54) yang masih tergelatak lemas di tempat tidurnya, Selasa (20/12/2016) saat ditemui dikediamannya.

Menurutnya, selain mengalami pegal linu di setiap bagian tubuh dan panas yang sangat tinggi, penyakit tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada bagian kaki dan tangan. Akibatnya sejak satu bulan yang lalu dirinya terpaksa hanya bisa tergeletak diatas tempat tidur serta tidak bisa melakukan aktivitas.

Hal yang sama juga dialami, Euis Rohaeti (45), mengatakan, awalnya tidak mengetahui penyakit yang diidapnya, namun setelah melakukan pemeriksaan di pusat kesehatan masyarakat, ternyata dokter yang merawat menyatakan kalau penyakit yang tidak kunjung sembuh tersebut adalah penyakit cikungunya.

“Saya sama sekalai awalnya tidak bisa berjalan karena bengkak pada bagian kaki, setelah digigit nyamuk yang sangat besar,” cetusnya.

Dikatakannya, setelah di gigit nyamuk tersebut, keesokan harinya seluruh bagian tubuh merasa nyeri dan terlihat pembengkakan pada bagian pergelaangan kedua kaki. Karena tidak memiliki biaya terpaksa hanya menjalani pengobatan secara alternatif.

Sementara Ketua RW setempat, Jajang Suharja, membenarkan dengan banyaknya warga yang terserang penyakit cikungunya, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Hampir 30 orang warga dalam satu kampung terserang penyakit cikungunya, bahkan mereka ada yang menjalani perawatan dan ada juga yang memilih pengobatan secara tradisional.

Dirinya juga berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, untuk segera mengambil langkah untuk pencegahan. Yang mana dilakukannya menyemprotan Foging. ” Sampai saat ini belum ada upaya pencegahan yang dilakukan pihak pemerintah, kejadian ini sudah hampir satu bulan lamanya,” tegas Jajang.

Pihaknya juga sudah merencanakan dengan warga untuk melakukan pembersihan disetiap lokasi yang kerap dijadikan sarang nyamuk yang menyebarkan virus.

” Kalau pemerintah terus diam diri, maka kami bersama warga lainnya akan melakukan pembersihan tempat-tempat yang kerap menjadi sarang nyamuk,”

Banyaknya warga yang terserang penyakit cikungunnya tersebut sudah dilaporkan pada pihak pemerintah desa dan pemerintah Kecamatan. Bahkan tadi siang juga sudah ada penyuluhan dari pihak Dinas Kesehatan. Namun untuk upaya pencegahan belum dilakukan. Pungkasnya. (Memphis)***