LAPAN Kembali Gelar Kompetisi Komurindo dan Kombat 2017

Para peserta sedang melakukan persiapan kompetisi untuk kategori Pengendalian Wahana Sistem Kenadali. di kawasan pantai Selatan Garut, Kamis, (24/8/2017)/ foto: Dedi Sofwan/ GE.
Wabup Garut dr. Helmi Budiman, secara simbolis menekan tombol peluncuran roket, menandau dmulainya kompetisi, kawasan Panti selatan Garut, Kamis (24/8/2017)***

GARUT,(GE).- Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), kembali menggelar Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) yang ke 10 dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) ke 5. Kompetisi ini sendiri digelar di Balai Uji Teknologi  Pengamatan Antariksa  dan Atmosfer Garut, kawasan pantai Cilauteureu, Pameungpeuk, Garut, Kamis, (24/8/2017).

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia.

Kepala LAPAN, Prof. DR.Thomas Djamaluddin melalui Kabag Humas Lapan, Ir. Jasyanto, MM mengatakan, kompetisi ini diharapkan menjadi bekal untuk mempersiapkan generasi muda yang melek iptek.  “Ajang kompetisi ini menjadi bekal LAPAN dalam mempersiapkan generasi muda yang  melek  akan iptek,” katanya.


Dijelaskannya , Komurindo adalah wadah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan rancang bangun muatan roket dan  wahana kendali roket.

“Kombat  adalah wadah untuk memancing minat mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan perekayasaan teknologi pengamatan atmosfer dengan wahana balon, ”  tutur Jasyanto.

Menurutnya, tahun ini (2017) LAPAN membuka kategori baru dari tiga jenis perlombaan yang diselenggarakan. Kategori baru tersebut adalah Wahana Sistem Kendali dengan tema Pengendalian Wahana Sistem Kendali Elektrik-Ducted-Fan (EDF) dalam mencapai sasaran secara horizontal.

Sementara kategori lainnya yaitu Muatan Roket dengan tema Pemantauan Grafis Sikap Luncur Roket Uji Muatan dalam Visualisasi Odometri 3 Dimensi (3D Odometry Graphics Visualization) dan Muatan Balon Atmosfer dengan tema Teknologi Muatan Balon untuk Observasi Atmosfer dan Maritim.

“Tahun ini (2017) proposal yang terdaftar  dari calon peserta berjumlah 99,” tukasnya.

“Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sejumlah tim yang lolos terdiri dari 25 tim wahana sistem kendali (WSK), 18 tim muatan roket, dan 16 tim kombat,”  tuturnya.

Kompetisi tingkat mahasiswa se-Indonesia ini diselenggarakan LAPAN bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Pemerintah Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22, semarak Hari Keantariksaan Nasional, dan hari ke-54 LAPAN.

Adapun daftar juara adalah, (1).Katagori Mutan Roket : Politeknik Negeri Jember. (2). Kategori Wahana Sistem Kendali: Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). (3). Kategori Muatan Balon Atmosfer : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Dr. Helmi Budiman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan bangganya  atas kompetisi ini sehingga bisa menjadikan motivasi bagi para siswa yang ada di Kabupaten Garut.

“Selain itu diharapkan juga dapat menarik minat para wisatawan untuk berkunjung dan berwisata dipantai selatan Garut. Melalui program wisata edukasi.  Dan tidak kalah penting, bisa dijadikan pegangan bagi para nelayan dalam menentukan tempat untuk menangkap ikan,”  tandasnya. (Dedi Sofwan).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI