Langit Pertama

Cerpen Veby Yunisa Agnia.

Suatu hari di langit pertama, aku terbangun sendiri. Sendirian saja. Sepi. “Kemana? Kemana kau pergi?” Aku tak menemukan batang hidungmu di antara bintang-bintang. Kian hari kian menakutkan. Tak bisa lagi kulanjutkan mimpi jika hanya sendiri. Bulat putusanku tuk jatuhkan diri. Kuhempaskan tubuh ke bumi, tanpa aba-aba, tanpa basa-basi.

Bajul! Padahal telah kukerahkan daya untuk terbang bersamamu tempo hari. Meski tak kuperhitungkan kemungkinan-kemungkinan terburuk jika terlalu tinggi. Aku tahu, tak akan ada yang baik-baik saja setelah jatuh. Saat aku mencapai puncak keranjingan atas mimpi yang kau tawarkan, malah kau tinggal aku sendiri tanpa alasan.


Kegusaranku semakin kentara, kau jauh lebih dulu sampai ke bumi.Rupanya kau atur tempo untuk pulang tanpa temui cacat. Tubuhmu terlihat baik-baik saja. Kau masih bisa melengkungkan garis-garis senyum dengan manis padaku. Manis sekali. Sedang aku terkulai berdarah-darah.

Dan, senyummu berubah jadi racun yang membuat lukaku semakin parah.
Belum sempat kutanyai sebab pergimu, untuk kedua kali kau tinggalkan aku. Hentak langkahmu yang tenang, tegap bahumu, gagah punggungmu cukup menjadi insyarat bagiku, bahwa bebapa hal lebih baik dibiarkan tak terjelaskan… (*)

Tentang penulis; Veby Yunisa Agnia, lahir di Tasikmalaya 13 Juni 1995. Saat ini tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Prodi Kesehatan Masyarakat. Tempat tinggal; Kampung Sukasenang RT/RW 01/02, Desa Margamulya, Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI