Lakukan Ritual Pesugihan Gali Kuburan, 10 Orang Diamankan Polisi

SALAH seorang warga menunjukkan lokasi penggalian kuburan keramat di Samarang, Garut, Jawa Barat.*

GARUT, (GE).- Ingin cepat kaya dengan cara instan 10 orang warga Garut dan warga Majalaya Kabupaten Bandung diamankan jajaran Polres Garut. Mereka diamankan setelah melakukan pesugihan menggali kuburan keramat di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (11/6/2017).

“Ada sepuluh warga Bandung yang diamankan Polisi kemarin malam. Mereka diamankan karena melakukan penggalian terhadap makam keramat di Kampung Sukamaju, RT 01 RW 01, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang,” ujar Komandan Koramil (Danramil) 11-12 Samarang, Kapten Infanteri Dedi Saepuloh.

Dikatakan Dedi, berdasarkan informasi yang didapatnya, makam yang digali oleh sepuluh orang warga tersebut adalah makam Mbah Kalijaga yang selama ini dianggap keramat oleh warga sekitar. Mereka nekad melakukan penggalian dengan harapan bisa mendapatkan kekayaan dengan cara yang instan.


Dedi menyebutkan, hasil koordinasi dengan pihak Polsek Samarang, pada Sabtu malam awalnya baru ada lima warga yang berhasil diamankan. Namun pada Minggu siang, yang lima lagi pun telah berhasil diamankan setelah sebelumnya dijemput petugas dari kampung halamannya di kawasan Majalaya Kabupaten Bandung.

“Kepada petugas dari kepolisian yang melakukan pemeriksaan, mereka mengakui telah melakukan penggalian makam Mbah Kalijaga. Adapun motif mereka adalah untuk mencari harta kekayaan,” kata Dedi.

Aksi penggalian makam sendiri, tuturnya, dilakukan sejak Kamis (8/6/2017) sekitar pukul 23.30 WIB. Sepuluh warga yang melakukan penggalian itu berasal dari beberapa daerah. Empat di antaranya berasal dari Desa Sukarasa Kecamatan Samarang dan enam lainnya merupakan warga dari daerah Majalaya Kabupaten Bandung.

Masih menurut Dedi, ksi penggalian di makam keramat Mbah Kalijaga itu dilakukan tepat di bagian pusat dengan kedalaman sekitar satu meter, panjang dan lebasr sekitar 40 x 40 centimeter. Setelah melakukan aksi penggalian, yang mereka lakukan adalah mengambil tanah yang ada di dalamnya sebagai syarat untuk mendapatkan harta kekayaan.

Lebih jauh diungkapkan Dedi, kini ke sepuluh warga yang diamankan tersebut sudah dipindahkan ke Mapolres Garut. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diharapkan mengingat kondisi warga yang merasa tersinggung akibat ulah mereka yang dianggap tak menghargai kekeramatan makam tersebut. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI