Lakukan Politik Uang, Panwaslu Garut Laporkan Tim Sukses Rudy-Helmi ke Polisi

GARUT – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut, melaporkan tim sukses pasangan calon nomer urut satu Rudy Gunawan dan Helmi Budiman ke Polres Garut. Tim sukses nomer urut satu ini dilaporkan atas dugaan politik uang saat berkampanye di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Kasusnya kini sudah dilaporkan ke Polres Garut. Polisi sudah melakukan penyidikan, kini berkas kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksan,” ujar Komisioner Panwaslu Garut bagian penegakkan hukum dan penindakan pelanggaran, Ahmad Nurul Sahid, di Kantor Panwaslu Jalan Raya Samarang, Tarogong Kaler, Garut, Jumat (4/5/18).

Pelanggaran politik uang ini ditemukan berdasarkan pengawasan Panwaslu Kecamaran dan Desa di Kecamatan Karangpawitan. Berdasarkan keputusan rapat pleno tim sukses paslon nomor urut satu dinyatakan telah melakukan pelanggaran Pilkada.


Langkah tegas dilakukan Panwaslu Garut dengan membuat laporan ke Polisi. Kini berkasnya sudah di kejaksaan. Mungkin dalam waktu dekat kasusnya akan disidangkan.

Praktik politik uang yang dilakukan tim sukses nomer urut satu dilakukan dengan membagikan uang kepada peserta kampanye. Uang sebesar Rp 25.000 diberikan kepada peserta yang diperkirakan sebanyak 30 orang.

Namun, kata Ahmad, karena pembagian uang dilakukan oleh tim sukses berinisial Z dan dilakukan setelah Paslon Rudy – Helmi meninggalkan lokasi, jadi yang diperkarakan hanya tim suksesnya saja.

“Pa Rudy dan dr. Helmi tidak dipanggil karena politik uang itu dilakukan setelah keduanya meninggalkan tempat. Jadi Paslon yang bersangkutan tidak mengetahui ada politik uang,” ucapnya.

Ahmad menuturkan, tim sukses berinisial Z merupakan salah seorang pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Garut. Atas perbuatannya Z diduga melanggar Undang undang no 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman pidana maksimal lima tahu. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI