Laju Perekonomian Mati, Warga Cisewu Keluhkan Lambatnya Evakuasi Material Longor yang Menimbun Badan Jalan

PARA petugas Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus berjuang keras mengatasi material longsor yang menimbun badan jalan di bilangan Kampung Tutugan, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Senin (20/3/17) siang. Musibah ini membuat laju perekonomian warga setempat mati. (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- Warga Kampung Tutugan, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Garut Selatan, Jawa Barat, mengaku kecewa atas lambatnya penanganan longsor oleh pemerintah. Masalahnya, hal itu sangat menggangu laju perekonomian warga.

Salah seorang warga setempat, Eduard (30), menuturkan, sejak terjadi musibah lonsor Sabtu (18/3/17), roda perekonomian warga nyaris mati.


“Cukup kecewa sih karena proses evakuasi cukup lama. Ini sudah tiga hari dengan sekarang belum bisa dilalui. Saya juga kan usaha jadi gak bisa,” Eduard kepada “GE”.

Memang, pascabencana longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Cisewu pada Sabtu lalu, akses jalan kabupaten penghubung beberapa kecamatan di wilayah Garut Selatan masih terputus. Jalan utama penghubung Kecamatan Cisewu dan Caringin juga belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Jalan raya di bilangan Kampung Tutugan, Desa Sukajaya, masih tertimbun material longsor yang berasal dari tebing setinggi 80 meter.

“Jalan ini menghubungkan dua kecamatan, kondisinya masih tertutup material longsor tebalnya sekitar 5 meter,” ungkap Camat Cisewu, Doni Rukmana, saat ditemui di lokasi longsor, Senin (20/3/17).

Sementara itu, di Desa Pamalayan, jalan yang menghubungkan tiga desa juga masih terputus, jalan kabupaten tersebut masih tertimbun longsoran tanah dan bebatuan besar.

Hingga Senin (20/3/17) siang, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Garut masih berjuang keras mengevakuasi material longsor yang menimbun badan jalan. Para petugas cukup kesulitan karena hujan deras terus mengguyur kawasan Cisewu. Itulah yang membuat material longsor dari tebing terus berjatuhan menutupi badan jalan. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI