Lahan Pertanian di Kecamatan Cihurip Terus Menyusut akibat Longsor. Jumlahnya Mencapai 8 Hektare

LONGSORAN tanah tebing seperti ini kerap di temukan di Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibat longsor menimpa pesawahan, lahan pertanian di kecamatan tersebut meyusut jumlahnya hingga seluas 8 hektare.***

GARUT, (GE).- Luas areal pertanian di wilayah Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, terus menyusut akibat terjangan longsor. Sekretaris Kecamatan Cihurip, Sambas, menuturkan longsor setiap tahun terjadi di Cihurip, karena wilayah itu berlokasi pada kemiringan.

“Karena itulah wilayah Kecamatan Cihurip rawan bencana longsor, utamanya menimpa lahan pertanian seperti sawah dan kebun,” kata Sambas, Minggu (19/3/17).

Kecamatan Cihurip merupakan pemekaran dari Kecamatan Singajaya. Kecamatan Cihurip sendiri memiliki empat desa. Desa Cihurip, Mekarwangi, Jayamukti dan Cisangkal.


Menurut Sambas, musibah longsor pernah terjadi di semua desa itu, dengan urutan dari yang terparah adalah Desa Mekarwangi, Cihurip, Jayamukti dan Cisangkal. Sebagian besar menimpa lahan pertanian, sisanya menimpa badan jalan.

Di Desa Cihurip, lahan pertanian yang hilang akibat tertimbun longsor telah mencapai delapan hektare (ha). Lahan pertanian tersebut berada di Kampung Rancaear dan Kawungluwuk.

“Dari hasil pengukuran lahan untuk kepentingan pertanahan beberapa waktu lalu, lahan pertanian milik warga yang hilang di Desa Cihurip luasnya mencapai delapan hektare. Sebelumnya tidak demikian, namun terus bertambah luas yang hilang ini seiring dengan berbagai peristiwa longsor yang terjadi,” ungkap Sambas.

Namun, aku Sambas, sampai sejauh ini ia sendiri tidak mengetahui persis luas lahan pertanian yang berkurang di tiga desa lainnya. Ia hanya memprediksi hal serupa terjadi di ketiga desa itu.

Selama ini, imbuh Sambas, longsor yang terjadi masih jauh dari permukiman warga. Pemerintah keamatan Cihurip sendiri sudah memberikan imbauan kepada warga untuk berhati-hati dan tidak tinggal di dekat daerah yang longsor. Warga juga sudah diingatkan agar  meningkatkan kewaspadaan saat mereka bercocok tanam di lahan yang berdekatan dengan titik longsor.

Seperti diberitakan “GE” kemarin, sejumlah peristiwa longsor terjadi di beberapa titik wilayah Kecamatan Cihurip pada Sabtu 18 Maret 2017. Di Kampung Cipari, Desa Mekarwangi, longsor memakan korban jiwa, Juwaidah (55).

Longsor terjadi karena hujan deras terus mengguyur wilayah Kecamatan Cihurip sejak siang. Di hari itu pula, beberapa titik lain di kecamatan ini juga diterjang longsor.

“Di lokasi lain longsor juga terjadi, seperti menimpa lahan sawah, kebun, hingga menutupi badan jalan,” imbuhnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI