Lagi, Pasien Positif Difteri Dirawat di RSUD dr Slamet Garut

GARUT,(GE).- Wabah difteri kembali menjangkiti warga Garut. Baru baru ini tiga orang warga yang pada pekan lalu masih suspect, kini telah positif terjangkit difteri. RSU dr Slamet, Garut pun kembali menerima dua pasien difteri. Keduanya pun sudah positif difteri. Total ada lima warga yang kini masih menjalani perawatan intensif.

Menurut Humas RSU dr Slamet, Lingga Saputra, berdasarkan pemeriksaan secara mikroskopis, kelima pasien tersebut sudah positif difteri. Namun pihaknya tetap menunggu hasil uji laboratorium di Balai BLK Bandung.

“Kami kurang tahu kapan hasil uji lab keluar. Soalnya itu Dinas Kesehatan yang tahu,” ujar Lingga di RSU dr Slamet, Garut, Kamis (21/12/17).


Kelima pasien tersebut berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler, Garut Kota, Samarang, Kadungora, dan Pakenjeng. Para pasien kini diisolasi di Ruang Puspa.

“Ada lima ruangan isolasi. Ada satu pasien yang usianya di atas 60 tahun. Isolasi dilakukan untuk cegah virus agar tak menular. Tim medis juga pakai alat pelindung diri,” ucapnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, John Manurung yang menangani kelima pasien menyebut empat pasien difteri kondisinya kini sudah stabil. Namun satu pasien yang usianya di atas 60 tahun mendapat perawatan intensif.

“Satu pasien itu selain difteri, punya penyakit juga sebelumnya. Yakni di paru-paru dan jantung,” kata John.

Penanganan yang diberikan kepada para pasien difteri sesuai prosedur. Mulai dari pemberian antibiotik standar dan antidifteri serum. Hasil positif difteri, tuturnya, berdasarkan pemeriksaan apus.

“Yang dari lab masih kami tunggu. Biar aman pasien diisolasi dua minggu. Sebenarnya kalau sejak dini, kuman bisa tak menular dalam dua, tiga hari pengobatan,” ucapnya.

John mengatakan, dalam beberapa tahun ini, difteri tidak benar-benar hilang. Selain itu penyebaran difteri karena imunisasi yang tak efektif.

Dengan adanya lima warga yang positif difteri, hingga saat ini kasus difteri di Garut sepanjang 2017 tercatat menjadi 17 kasus. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI