Lagi-Lagi Terjadi di Garut. Diduga Mencabuli Anak di Bawah Umur, WG Diciduk Polisi. Begini Ceritanya…

SELAMA dua tahun kelakuan bejat WG baru terbongkar. (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).-  Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terulang di Garut, Jawa Barat. Dari catatan GE,  dalam dua bulan terakhir sedikitnya ada empat kasus serupa yang ditangani pihak kepolisian. Kali ini, akibat diduga mencabuli belasan anak laki-laki di bawah umur, WG (21) diciduk polisi.

Akibat perbuatannya itu, kini WG harus rela meringkuk di sel tahanan Mapolres Garut, setelah sebelumnya tersangka sempat ditahan di Polsek Garut Kota.

Tersangka yang merupakan warga Kampung Kamasan, Kelurahan Muarasanding, Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diciduk anggota Polsek Garut Kota di kediamannya, Selasa (14/03/2017) dini hari pukul 00.30 WIB. WG diamankan setelah aksinya yang diduga mencabuli belasan anak di bawah umur dipergoki warga.


Kapolsek Garut Kota, Kompol A. Kustia mengatakan pelaku diamankan setelah pihak Polsek mendapat laporan dari warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Kamasan.

“WG kita tangkap di kediamannya di Kampung Kamasan. Sebelumnya kita mendapat laporan dari warga yang resah karena perbuatan pelaku diduga mencabuli anak di bawah umur,” ungkap Kustia kepada “GE”, di Mapolsek Garut Kota.

Dari hasil penyelidikan sementara,  kata Kustia, WG sudah mengakui perbuatannya. Ia mengaku mencabuli sepuluh orang anak, 9 di antaranya anak di bawah umur.

“Berdasarkan hasil lidik sementara, pelaku sudah mengakui perbiatannya. Kata dia, ada 10 orang, 9 orang adalah anak di bawah umur. Namun kita baru bisa mintai keterangan dari 8 orang korban, karena dua lagi tidak bisa hadir,” tegas Kustia.

Pihak kepolisian menduga, jumlah korban akan terus bertabah, karena saat dimintai keterangan dari delapan orang korban yang hadir, masih banyak anak lainnya yang menjadi korban pencabulan WG.

Selasa pagi, kasus WG dilimpahkan ke Polres Garut.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Hairullah, mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Pasalnya, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI