Lagi, Gas 3 Kg “Raib” di Pasaran, Harganyapun Sudah Tak Wajar

TARKI,(GE).- Di tengah masih berkabungnya warga Garut akibat terjangan Sungai Cimanuk, kini warga Garut kembali mengeluhkan “raibnya” Gas elpiji 3 kg. Sejumlah warga di beberapa wilayah Kabupaten Garut mengaku dipusingkan dengan menghilangnya gas bersubsidi ini di tingkat pengecer.

Budi (46), salah seorang warga di Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut mengaku “lieur” dengan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg. Ia mengaku telah berkeliling ke sejumlah pengecer di desanya, namun nihil tak menemukannya.

“Sejak hari Senin, seharian mencari gas elpiji. Di setiap pengecer dan warung warung, ‘kalahka lieur’ semua mengatakan kosong,” lkeluhnya, Selasa (4/10/2016).


Diungkapkannya, dirinya baru bisa membeli gas elpiji tersebut di SPBU kawasan Ciateul Garut, yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

“Saya baru bisa dapat hari ini, itu juga setelah saya diberi tahu bahwa di SPBU ada elpiji,” tukasnya.

Menurutnya, “Si Melon” sangat diperlukan untuk kebutuhan di rumah tangganya. Terlebih dirinya akan menggelar hajatan yang memerlukan persediaan gas cukup.

Kekosongan elpiji juga terjadi di wilayah Kecamatan Samarang. Seorang warga Kampung Lengkong, Desa Samarang, Kecamatan Samarang, Purnama (32), mengaku kekosongan elpiji terjadi sejak beberapa hari terakhir ini.

“Sudah beberapa hari elpiji di warung tidak ada. Menurut pemilik warung, elpiji yang dipasok agen terbatas jumlahnya. Katanya hanya lima tabung dalam satu kali pengiriman,” kata Purnama.

Diseburkannya, harga elpij di salah satu warung di kampungnya Rp 24.000 per tabung. Di wilayah Kecamatan Karangpawitan, stok elpiji di tingkat pengecer juga mengalami hal yang sama.

Tini (40), seorang pengecer elpiji di Kampung Walahir, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, mengaku stok elpiji di warungnya kosong. “Saya kira cuma di warung saya saja yang kosong karena belum ada pengiriman dari agen, namun rupanya di warung-warung lain di desa juga sama. ungkapnya.

Dikatakannya, harga satu tabung elpiji yang ia jual di warungnya adalah Rp 24.000. Namun saat kelangkaan terjadi, harga elpiji akan naik bila dibandingkan dengan harga normal.

“Kalau lagi biasa (stok tersedia) paling saya jual Rp 24.000, tapi kalau misalnya saat langka begini saya jual antara Rp 26.000 – Rp 27.000. Itu pun bila stoknya ada,” tuturnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI