Lagi, gara-gara Disangka Penculik, Pemuda Terbelakang Mental ini Digebuki Warga

GARUT, (GE).- Berbagai isu penculikan yang menyebar melalui media sosial membuat masyarakat panik. Setelah sebelumnya seorang kakek dihakimi massa gara-gara dituduh penculik, kali ini warga di kawasan Garut Selatan, Jawa Barat, kembali dihebohkan dengan penemuan soerang pemuda yang memiki keterbelakangan mental (setengah idiot) juga dituduh penculik. Bahkan, pemuda ini sempat menginap di Mapolsek Pakenjeng.

Demikian diungkapkan Abdurrahman Laka, tokoh pemuda setempat yang juga aktivis Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pakenjeng, Kabupaten Garut. Kamis (23/3/17).

“Awalnya pemuda ini ditemukan warga Desa Pasirlangu, Pakenjeng pada hari Selasa (21/3/17). Saat ditemukan warga setempat pemuda ini ditanya warga, ia tidak bisa menjawab apapun dan hanya ‘ngabedeb,’ karena memang pemuda ini agak idiot. Akhirnya, pemuda ini diteriakin culik oleh warga, dan digebukin warga hingga bonyok. Kasihan, sekujur tubuhnya memar-memar. Beruntung polisi sigap, dan diamankan di Mapolsek Pakenjeng, hingga menginap semalam,” ungkapnya.


Menurut Abdurrahman Laka, pemuda naas ini akhirnya diketahui bernama Fikih Rustandi (17) warga Kampung Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Menurut Laka, pemuda malang ini berhasil diedintifikasinya setelah ditanyai dengan tekhnik pendeketan secara pesuasif.

“Sebelumnya anak ini ditanya siapaun tidak mau ngomong. Termasuk oleh pegawai dari dinas sosial Garut. Memang anak yang agak idiot harus ditanya secara persuasif, biasanya orang seperti ini akan panik jika ditanya secara tiba-tiba. Saya berusaha menanyanya dengan cara yang biasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang yang memiliki keterbelakangan mental. Alhamdulilah dia menjawab, walau agak susah payah,” jelasnya.

Dijelaskannya, pemuda ini kemungkinan diturunkan dari elf karena sebelumnya ikut dari Cianjur. Pemuda tanggung ini mengaku akan ke orangtuanya di Ciranjang. Namun sopir elf salah sangka dikiranya akan ke Cikajang. Saat akan diturunkan di Cikajang tidak mau, akhirnya diturunkan di Pakenjeng.

“Saat ditanya, ia mengaku akan ke orang tuanya di Ciranjang. Kemungkinan elf menyangkanya akan ke Cikajang, dan akhirnya diturunkan di Pakenjeng,” katanya.

Setelah melalui proses koordinasi dengan aktivis TKSK di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, benar saja pemuda ini merupakan pemuda terbelakang mental yang tercatat di TKSK Ciranjang. Untuk sementara pemuda bernama Fikih ini dititipkan di Rumah Perlindungan Terlantar dan Cacat (RPTC) di kawasan Caringin Bandung.

“Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan kawan kawan di TKSK, pemuda yang memiliki keterbelakangan mental ini bisa kita lindungi. Dan untuk sementara dititipkan di RPTC Caringin Bandung,” ujarnya.

Sebagai aktivis sosial, Abdurrahman Laka berharap kepada masyarakat jangan mudah terpancing isu isu yang belum jelas. “Jika menemukan orang yang mencurigakan tanya dulu dengan baik. Apa yang dibawanya, jangan langsung digebukin,” tandasnya. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI