Kulit Hewan Kurban Melimpah, Harga Jual Menurun Hingga 50 Persen

BEBERAPA orang warga tampak melakukan transaksi jual beli kulit hewan kurban, di kawasan sentra industri kulit Sukaregang, Selasa (13/9/2016)/ Idrus Andriawan "GE"

KARANGPAWITAN, (GE).- Tibanya hari raya Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin produk berbahan baku kulit di Garut, khususnya di sentra industri kulit Sukaregang. Pada musim Idul Adha 1437 H (2016) stok kulit melimpah seiring banyaknya umat Islam yang berkurban.

Setiap musim kurban, di sentra industri kulit Sukaregang menjadi ramai dari biasanya. Transaksi jual beli kulit meningkat dari biasanya. Transaksipun digelar hampir di setiap kios dan toko kerajinan kulit di kawasan Sukaregang.

Di sisi lain, bagi panitia kurban anjloknya harga jual ini tentunya dikeluhkan. Para perajin penyamakan kulit di Sukaregang misalnya, hanya mau membeli kulit hewan kurban dengan harga yang telah ditetapkannya. Penurunan harga kulit yang paling signifikan ini diantaranya terjadi pada kulit sapi.

“Mungkin penyebab murahnya harga kulit ini karena melimpahnya kulit kurban. Kulit sapi penurunnya hingga mencapai 50%,” tutur Lukman, salah seorang panitia kurban di kawasan Karangpawitan, Selasa (13/09/2016).

Diakuinya, pada musim kurban tahun 2015 lalu harga jual kulit sapi dibanderol RP 21.000 perkilo gramnya, sementara pada tahun ini (2016) untuk satu kilo gram kulit sapi hanya dihargai Rp 13.000 saja.

Sementara itu, untuk harga jual kulit domba harganya tetap seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 90.000 per lembarnya. Menurut beberapa panitia kurban, penurunan harga kulit sapi ini sangat ironis mengingat tingginya harga daging sapi di pasaran saat ini.

“Ya, sangat ironis, padahal saat ini kan harga daging sapi sangat tinggi. Namun anehnya para pengrajin malah menghargai murah kulitnya,” tutur, Nana, salah seorang panitia kurban asal Limbangan.

Menurut beberapa pengusaha penyakan kulit Sukaregang, anjloknya harga kulit sapi ini merupakan salah satu dampak dari perekonomian gelobal yang tengah lesu.

“Untuk kulit sapi memang saat ini harganya murah, selain karena stok yang melimpah. Juga karena dampak perekonomian global yang lesu. “ Tukasnya.

Dalam musim kurban tahun ini (2016) setiap produsen penyamakan kulit di Sukaregang mampu mendapatkan lebih dari 250 ton kulit sapi. Selain dari lokal Garut, kulit kurban ini juga tak sedikit yang didatangkan dari sejumlah kota besar lainya, semisal Bandung, Tasikmalaya hingga Bekasi.

Setelah diolah dan diproses, kulit kulit ini akan menjelma menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Di sentra industri kulit Sukareang, kulit ini akan menjadi bahan baku utama berbagai produk berkulaitas ekspor, seperti jaket kulit, sepatu, tas dan aneka asesoris lainnya. ( Idrus Andriawan )***