Kreatif ! Warga Sukakarya Menyulap Sampah Jadi Barang Berkualitas Ekspor

Ketua Yayasan Paragita Garut, Ir. RR. Gita Nurwardani (ke-2 dari kanan) bersama ibu ibu binaanya menunjukan produk Handy Craft hasil kreasinya./Useu G Ramdani./’GE’.

SAMARANG, (GE).- Barang bekas atau sampah oleh sebagian masyarakat seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna lagi. Padahal jika kita mau sedikit berkreasi, sampah ini bisa juga dijadikan barang berharga yang bernilai ekonomis.

Adalah warga warga Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, warga di sini boleh dibilang kreatif, dengan mengelola sampah yang sudah dianggap tak berguna ini bisa mewujudkan hasil karya yang bernilai. Beberapa jenis sampah yang telah dipilah-pilah ini, oleh warga Sukakarya dikreasikan sedemikian rupa sehingga menjadi barang yang bisa didaur ulang dan bermanfaat, bahkan kulaitasnnya layak untuk di ekspor.

Berkat keuletan warga Desa Sukakarya, khususnya warga Kampung Sawargi, RT. 02/10 dengan dibantu Yayasan Paragita, barang-barang bekas ini berhasil disulap menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

Dalam proses pendaurulangan sampah ini, warga Desa Sukakarya terlebih dahulu memilah-milah sampah sampah plastic. Setelah dipola sedemikian rupa, sampah rumah tangga ini bisa dibuat beberapa barang bermanfaat, semisal Tas, Dompet, Sandal, Kap Lampu, Matras, Sandal dan barang barang laiinya.

Luarbiasanya, salah satu barang hasil kreasi warga Desa Sukakarya ini, yakni Matras yang terbuat dari kantong plastik bekas sudah banyak yang pesan, salah satu pemesannya bahkan datang dari negeri Kanguru, Australia.

Barang atau produk hasil daur ulang ini nyaris tampak seperti bukan dari bahan baku sampah. Tak heran, peminatnyapun tak sedikit, hingga ada dari luar negeri. Pembuatan kerajinan tangan (Handycraft) berbahan baku sampah hasil kreasi warga di Desa Sukakarya ini sudah berjalan di tahun ke-2.

Selain peminat dari lokal Garut , peminat produk produk hasil kretivitas warga ini pun diminati pasar regional, nasional hingga internasional, seperti halnya negara Australia.

Penggagas pemanfaatan barang bekas ini, tiada lain adalah Ketua Yayasan Paragita Garut, Ir. RR. Gita Nurwardani. Perempuan bergelar sarjana pertanian ini mempunyai tekad tinggi untuk mewujudkan warga di Kabupaten Garut yang kreatif, mandiri dan mencintai akan kebersihan lingkungannya.

“Ya, salah satu cita cita, dan tekad saya adalah ingin mewijudkan masyarakat mandiri, kretaif dan mencintai lingkungannya yang bersih,” tutur Gita, saat dijumpai “GE” belum lama ini.

Di bawah bimbingan Yayasan Paragita, kini dengan hasil kreasi sampah, warga setempat bisa menambah penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Harga barang kreasi warga Desa Sukakarya ini bervariasi, tergantung jenis dan kesulitan pembuatan prduknya. Untuk sebuah produk kerajinan berbahan baku barang bekas tersebut, harganya dibanderol mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp. 300.000.

Elin, (40), adalah salah seorang warga Desa Sukakarya, yang sudah lama menekuni bisnis barang bekas ini. Dirinya mengaku, dengan adanya program tersebut, bisa penghasilan sehari-harinya.

“Alhamdulillah, jika kita mau berusaha dan sedikit kretaif kita bisa menmbah penghasilan. Termasuk dengan adanya program yang digagas oleh Yayasan Paragita Garut ini.” Ungkapnya.

Dikatakannya, di Kabupaten Garut sendiri memang sudah ada beberapa kelompok pengrajin dari barang bekas. Diharapkan, keedepan kreasi prduk daur ulang ini akan terus dikembangkan di beberapa desa dan kecamatan lainnya, khususnya sekitar Kabupaten Garut. (Useu G ramdani)***