KPUD Resmi Tutup Jalur Perseorangan, Pencipta Tembang “Birunya Cinta” Batal Nyalon di Pilkada Garut 2018

Pedangdut senior, Dayu AG (bertopi putih) bersama pasangannya Udan Hidayat balon dari jalur perseorangan, saat melakukan registrasi di kantor KPUD Garut, Rabu (29/11/17) malam./ foto: Hendra YG/GE.

GARUT, (GE).- Penyerahan syarat dukungan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dari jalur perseorangan tepat pukul 24.00 WIB, Rabu (29/11/2017) resmi ditutup pihak KPUD Garut. Sementara itu, dihari terakhir pendaftaran tersebut, bakal pasangan calon Udan Hidayat dan pedangdut senior Dayu AG tampak diantar beberapa orang penghubung pasangan calon tiba di Kantor KPUD Garut pukul 23.28 WIB, saat itu kedatangan rombongan Dayu AG disambut pejabat KPU dan Panwaslu Garut.

Ketua KPUD Garut, Hilwan Fanaqi, S.I.P., didampingi Ketua Panwaslu Garut, Heri Hasan Basri, S.IP.,M.Si., secara simbolis menggembok gerbang kantor KPUD Garut, menandai ditutupnya Pendaftaran Bapaslon Bupati/ Wakil Bupati Garut 2018 dari jalur perseorangan, Rabu (29/11/17) malam./ foto: Hendra YG/GE.***

Sayangnya, Penyerahan syarat dukungan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut 2018, Udan Hidayat dan Dayu AG yang berangkat melalui jalur perseorangan ini tidak memenuhi syarat. Mendapati hal tersebut, pihak penghubung pasangan calon Udan Hidayat dan Dayu AG, pada malam itu juga menyatakan mengundurkan diri dari Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Garut, di Kantor KPUD Garut Jalan Suherman, Rabu (29/11/17).

Sebenarnya, pasangan tersebut sempat melakukan registrasi. Pihak KPUD Garut sendiri mempersilahkan penghubung paslon membawa berkas asli ke dalam ruangan untuk dilakukan penghitungan berkas. Namun berkas bapaslon ini masih belum tersusun rapi, sehingga KPUD Garut menghimbau agar Liaison Officer (LO) mampu menyusun berkas berdasarkan kecamatan. Meski telah diberikan kesempatan oleh pihak pasangan Udan Hidayat dan Dayu AG tetap tidak bisa memenuhi persyaratan sesuai ketentuan, dan akhinya mengudurkan diri.


Sebelumnya, penghubung paslon Udan Hidayat dan Dayu AG menyampaikan persyaratan melalui online sebanyak 3.813/177.346 e-KTP yang masih berupa soft copy yakni dalam bentuk Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Dari B-2 KWK terlampir hanya 6 kecamatan, sehingga KPUD Garut memberikan kesempatan untuk  Liaison Officer (LO) paslon memperbaiki form B-2 KWK. Setelah dilakukan perbaikan B-2 KWK dan dalam Form B-2 KWK penghubung paslon mengklaim dengan jumlah 150.000 dukungan dari 24 kecamatan, namun dalam lampiran ada 23 tanpa jumlah pendukung tercantum. Data tersebut menurut pihak KPUD Garut tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan.

Menurut salah seorang komisioner KPUD Garut, Lia Juliasih, S.IP, M.Si, ketentuan tentang pencalonan telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Perubahan Ketiga Atas Perubahan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Jadi dengan berkas yang disampaikan tim Udan Hidayat dan Dayu AG memang tidak memenuhi syarat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPUD Garut, Hilwan Fanaqi, S.I.P., menyatakan pihaknya secara resmi menutup Tahapan Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Rabu 29 November 2017, tepat pukul 24.00 WIB.

“Sampai batas akhir penutupan, tidak ada satu orang atau perwakilan yang menyerahkan syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan lainnya. Dan kami (KPUD Garut/ red.) secara simbolis gerbang utama masuk ke area komplek KPUD Garut digembok,” katanya.

Pihak bapaslon Udan Hidayat dan Dayu AG sendiri sempat melakukan upaya penyusunan berkas sampai pada akhirnya sekitar pukul 03.02 WIB. Namun melalui kuasa hukumnya dengan pertimbangan yang tidak memenuhi syarat dukungan akhirnya menyatakan untuk mengundurkan diri/membatalkan pencalonan dari jalur  perseorangan.

Dengan demikian, untuk bapaslon dari jalur perseorangan ini KPUD Garut hanya menerima bapaslon yang memenuhi persyaratan, yakni Drs. Soni Sondani/Usep Nurdin SE.,MM., Ir. Dedi Supriadi/H. Muhammad Ali, serta Suryana, S. Ag/ Wiwin Suwindaryati, SH.

Sejumlah awak media sempat akan mewawancara Dayu AG yang terkenal dengan hits tembang dangdutnya berjudul “Birunya Cinta” tersebut. Namun, sayangnya Dayu berserta timnya pada malam itu bergegas meninggalkan kantor KPUD Garut. (Hendra YG)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI