KPU Garut Masih Menunggu Surat PAW Tersangka Kasus Korupsi Buku

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut masih menunggu surat Pergantian Antar Waktu (PAW) dari pimpinan partai politik bagi anggota DPRD berinisial BS yang menjadi tersangka pengadaan buku SMP.

Komisioner KPU Kabupaten Garut, Ade Sudrajat, mengatakan sesuai mekanisme yang berlaku PAW diusulkan pimpinan partai politik kepada pimpinan DPRD. Dari DPRD ajuan PAW disampaikan kepada Gubernur melalui Bupati Garut.

“Sesuai mekanisme dan tata tertib DPRD Garut PAW itu diusulkan oleh pimpinan parpol. Jadi kami belum menindaklanjuti karena belum ada surat ke kami,” ujar Ade, Selasa (1/12).

Jika telah ada balasan dari Gubernur, lanjut Ade, maka KPU akan memberikan rekomendasi pengganti. Sesuai aturan yang menggantinya berasal dari kader partai yang di PAW dan mendapat raihan suara terbanyak kedua.

“Harusnya bisa secepatnya dilakukan pergantian. Apalagi di akhir tahun ini biasanya dewan banyak kegiatan,” katanya.

Menurut Ade, peraih suara terbanyak kedua dari Partai Nasdem yakni Yusef Mulyana. Namun kepastian penggantinya akan ditetapkan dalam rapat pleno KPU.

Dua kader Partai Nasdem Kabupaten Garut berinisial KM dan BS yang tersangkut kasus dugaan korupsi pengadaan buku SMP telah diberhentikan dari anggota partai.

Partai Nasdem juga mempersiapkan pergantian antar waktu (PAW) bagi BS yang tercatat sebagai anggota DPRD Garut. Selain itu KM yang menjadi Ketua DPD Nasdem Garut juga telah dicopot dari jabatannya. Farhan SN***