Korban Pembunuhan Suaminya Sendiri, Najahriah Dikebumikan di Kampung Halamannya

CILAWU, (GE).- Jasad Najahriah (41) korban pembunuhan yang diduga dilakukan suaminya sendiri di Bekasi, Kamis (3/11/2016) dini hari, akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya dengan menggunakan ambulance. Jasad Najahriah tiba di kampung halamannya, Kampung Tarik Kolot, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Suasana duka mendalam tampak menyelimuti keluarga korban. Anak korban bernama Dafa, bersama Ena (80) tampak terpukul dengan kejadian ini. Apa yang dirasakan keluarga Najahriah cukup beralasan, karena orang yang sangat dicintainya harus meninggal dengan tidak wajar. Bahkan, Dafa, anak almarhumah sempat pingsan saat prosesi pemakaman ibunya berlangsung.

Seperti diketahui, Najahriah meninggal dengan tragis di tangan suaminya sendiri. Dari hasil pemeriksaan polisi di Bekasi, Najahriah diduga tewas akibat dipukul di bagian kepalanya dengan menggunakan martil.


Isak tangis keluarga korban mengiringi proses pemakaman yang dikenal sebagai guru ngaji ini mengiri proses pemakaman. Sekira pukul 01.00 WIB, proses pemakaman di TPU Tarik kolot selesai.

Sementara itu, Acep Dedi yang merupakan keluarga korban, mengaku pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib, Mereka berharap, pelaku pembunuhan sadis ini diganjar hukuman yang setimpal.

“Ya, almarhumah sudah lama menetap di Bekasi, sekitar 25 tahunan. Kami sangat kaget ketika mendapatkan kabar bahwa almarhum meninggal dibunuh suaminya sendiri. Saya berharap, pelakunya dihukum setimpal dengan kelakuan sadisnya. Kami mynerhakan proses hukum semuanya pada yang berwajib,” tutur Acep.

Belakangan diketahui, Najahriah (almarhumah) telah menetap sebagai warga Jalan Delima, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Jasad Najahriah ditemukan sudah tidak bernyawa dan mayatnya dikubur didekat kandang ayam. Akhinya Polsek Tambun berhasil menangkap pelaku pembunuhan ini yang ternyata suami korban sendiri. (Idrus Andriawan)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI