Kongres PSSI 2017 di Bandung Berakhir, Berikut Poin Pentingnya

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sukses laksanakan agenda tahunannya yaitu Kongres PSSI 2017, yang dilaksanakan di Bandung, Ahad (8/01/2017).

Kongres tersebut menghasilkan lima poin keputusan penting diantaranya, pengesahan 55 calon anggota dari tujuh provinsi, persetujuan terhadap permohonan klub, pengampunan terhadap sanksi perorangan, penyelesaian asosiasi pemain sepak bola dan pengesahan personalia organ yudisial.

Terkait nasib tujuh klub yang sebelumnya dihukum oleh PSSI yaitu, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, dan Persipasi Bekasi. Ketujuh klub tersebut diampuni dan kembali menjadi anggota PSSI.


Dalam putusan itu Persebaya diputuskan kembali bermain di Devisi Utama, sementara enam klub lainnya harus memulai dari kasta terendah sepak bola Indonesia yaitu Liga Indonesia dan Liga Nusantara. Termasuk Arema Indonesia yang harus bermain di Liga Nusantara.

Diampuninya perorangan yang terhukum, yaitu Djohar Arifin Husin, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Widodo Santoso, Farid Rahman, dan Tuty.

Ditetapkannya penyelenggaraan ISL yang akan dilaksanakan tanggal 26 Maret mendatang, sementara untuk Devisi Utama akan dilaksakan satu minggu setelah ISL digelar.

Penyelesaian asosiasi pemain sepak bola dan pengesahan personalia organ yudisial antara lain, Ketua APSI Irawadi Hanafi mundur. APSI dan APPI jadi mitra PSSI dan keluar dari keanggotan.

Penetapan personel Komite Etika: Dodik Wijanarko (Ketua), Zarof Ricar (Wakil), David Sulaksmono, Anton Sanjoyo, Hadianto Ismangoen, Wetmen Sinaga, Suryantono.

Penetapan personel Komite Disiplin: Asep Edwin (Ketua), Husin Umar (Wakil), Yusuf Bachtiar, Dwi Irianto, Eko Hendro Prasetyo.

Penetapan personel Komite Banding: Todung Mulya Lubis (Ketua), Ade Prima Syarif (Wakil), Aji Ridwan Mas, M. Koswara, Yakub Kristanto.

Usulan perubahan struktur Exco PSSI untuk dibahas di kongres berikutnya dan Pengumuman susunan pengurus PSSI. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI