Kongres HMI Ke XXIX Kemenagan Kader Se-Nusantara

Kongres Himpunan mahasiswa Islam ke-XXIX yang dilaksanakan di Kota Pekanbaru Riau berakhir dengan Kemenangan Kader HMI seluruh Nusantara. Pelaksanaan Kongres yang dibuka oleh Wakil Presiden (H.M Jusuf Kala) pada tanggal 22 Oktober 2015 serentak kader HMI harus mengikuti pelaksanaan Kongres meskipun dalam kondisi kesiapan panitia pelaksana kongres yang dianggap minim atau kurang maksimal. Hal ini terbukti karena pada malamnya kader-kader HMI berdemo kepada Panitia dengan melakukan blokade jalan untuk menuntut kejelasan tempat peserta harus tinggal dengan jelas di arena kongres.

Namun hal tersebut segera direspon oleh panitia dengan memfasilitasi peserta kongres di gedung MTQ untuk tinggal para kader yang termasuk kader penggemmbira kongres, untuk para utusan penuh dan peninjau difasilitasi di wisma dan hotel-hotel yang sudah di sediakan oleh Panitia Nasional Kongres dan panitia lokal.

Mengetahui tentang pemberitaan di media yang terlalu dianggap berlebihan tentang pemberitaan kongres HMI Ke-XXIX yang seakan terlalu dibesar-besarkan. Dengan di isuekan peserta Rombongan Penggembira makan tidak dibayar hal itu sebenarnya sudah diselesaikan oleh panitia kongres dan alumni yang mempertanggungjawabkannya. Kemudian terkait anggaran sebesar 3 M dari apbd provinsi itu seluruhnya belum bisa dicairkan karena anggaran tersebut akan turun pada bulan Desember di pertengahan bulan. Sehingga PANASKO dan Panitia lokal harus bernegosiasi untuk penyelesaian persoalan tempat, makan dan minum peserta.
Sebagai Kader HmI saya menyesalkan dengan pemberitaan yang terlalu dianggap berlebihan dengan mendeskriditkan nama besar Himpunan mahasiswa Islam dengan terus di hujani pemberitaan Miring. Namun sebetulnya tidak sepenuhnya benar karena dapat diketahui setiap pemberitaan hanya mengikuti isue tanpa mendapat keterangan yang jelas dari PANASKO. Sehingga momentum kongres ini dibesar-besarkan skecil apapun persoalan yang ada karena ada pengalihan isue nasional. Dimana kita mengetahui pemerintah melakukan beberapa perjanjian kontrak kerjasama dengan asing. Sehingga saya dapat mengindikasikan bahwa hal tersebut disengaja dimuat hanya untuk pengalihan isue.
Kongres HmI merupakan Puncak Kaderisasi Struktural HmI Se-Nusantara bagi seluruh kader HmI dengan Dihadiri oleh perwakilan Utusan dari Cabang-Cabang dan BADKO. Dimana dalam momentum tersebut seluruh peserta utusan diberikan kepada keleluasaan untuk mengevaluasi, menggagas, dan merekomendasikan untuk periode HmI selanjutnya yaitu pada periode kepengurusan 2015-2017. Puncak pemahaman kekaderan HmI yang menggagas perbaikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta program kerja nasional. Adapun yang digagas penguatan kader tentang identitas HmI dengan menggagas Nilai Dasar Perjuangan dan Basic Demand Bangsa Indonesia yang harus menjadi pedoman kader dalam mengarahkan gerakan selanjutnya secara berkesinambungan.
Dinamika yang terjadi dalam momentum tersebut tentunya terdapat beberapa hal yang dianggap biasa bagi kader-kader yang berusaha memperjuangkan gagasannya. Sehingga timbulnya beberapa persoalan diantaranya: rusuh dalam forum mapun diluar forum. Hal tersebut belum bisa diterima oleh masyarakat umum. Padahal kejadian demikian merupakan suatu hal yang bisa dilaksanakan terkait dinamika forum. Mengingat kerusuhan yang ada itu dikarenakan perbedaan wilayah dan doktrin kaderisasi yang sangat tinggi terhadap kader-kader yang ikut serta dalam pelaksanaan kongress HmI. Padahal subsantasi sama yaitu memperjuangkan apa yang menjadi ide dan gagasan yang dibawa dari cabang-cabang masing masing, maka wajarlah kalau ada sedikit gesekan atau rusuh karena gagasan yang di usung tidak diakomodir atau sepenuhnya belum bisa diakomodir oleh pemimpin sidang yang mengawal jalannya persidangan.
Dinamika persidangan HmI yang selalu dinamis dan rusuh menyebabkan pihak pengaman menjaga ekstra ketat dan sterelisasi arena kongres HmI. Sehingga pada akhirnya proses persidangan berjalan dengan lancar dan terus berlangsung  yang pada akhirnya menghasilkan keputusan remendasi-rekomendasi untuk perbaikan HmI dan pergantian kepemimpinan.
Proses pergantian kepemimpinan HmI dipilih secara demokratis dan keterwakilan dari setiap Cabang-Cabang yang menjadi peserta Untusan. Memang diketahui ada 24 bakal calon yang mendaftar yang bertarung di momentum pemilihan Ketua umum PB HMI. Mengkerucut menjadi 10 calon dan selanjutnya dilakukan pemilihan oleh peserta utusan kongres. Hasil [pemilihan tersebut diperoleh 4 calon yang terpilih untuk lolos ke putaran II. Kemudian setelah dibuka pada putaran ke II adanya koalisi calon atas nama Bambang Priya kusuma dan Fikri suadu mendung Mulyadi P Tamsir dan bertarung dengan Azhar Kahfi. Setelah dibukanya  pemilihan putaran ke-II diperoleh satu formateur atau Ketua Umum terpilih yaitu Rakanda Mulyadi P Tamsir.
Semoga setelah terpilihnya kader yang telah menjadi Formateur atau Ketua Umum PB HMI Rakanda Mulyadi P Tamsir dapat menjalankan amanah Kepemimpinan dan menjalankan Rekomendasi-rekomendasi baik untuk Internal HmI maupun Eksternal HmI yang memberikan Nilai dan Prestasi besar bagi Kader-kader dan dapat memberikan Sumbangsi pemikirannya untuk tanah air yang kita cintai.
Akhirnya prosesi kongres berakhir dengan khidmat dengan siapa saja bersinggungan. Dengan masyarakat, pemerintah Provinsi maupun daerah serta dengan pihak pengaman Kongres yang senantiasa terus mengawal berjalannya kongres sampai akhir. Hanya doa dan harapan besar bagi kader seluruh Himpunan agar dapat memberikan nilai dan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.

Penulis : Muhlis munawar
Ketua umum HMI Cabang Garut
Periode 2015-2016

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN