Kompensasi Tak Jelas, Delman Keukeuh Beroperasi dan Memperparah Kemacetan

DELMAN tampak beroprasi ditengah-tengan padatnya arus mudik di bilangan Jalan Jendral Soedirman, Garut, Jumat (23/6/2017)/Foto: ER/GE

GARUT, (GE).- Hingga H-2 Idul Fitri 1438 H (2017) sejumlah delman tampak masih tetap beroperasi, hingga menambah parah kemacetan di sejumlah jalur. Padahal sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Garut telah menyatakan pelarangan beroperasi kendaraan tradisional ini, mulai H -3 Lebaran atau Kamis (22/6/17) kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemda Garut melalui  Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Deni Desta mengatakan anggaran yang disiapkan untuk kompensasi tersebut mencapai Rp 500 juta. Nominal yang diberikan tersebut masih sama dengan tahun lalu.

“Ada 527 pemilik delman yang kami beri kompensasi. Uang itu sebagai ganti rugi karena mereka tidak beroperasi selama arus mudik dan balik,” ungkapnya.


Namun hingga H-2 Lebaran, dari pantauan ‘tim GE’ masih ada sejumah penarik delman yang keukeuh beroperasi. Maman (37) salah seorang penarik delman mengaku tetap beroperasi karena memang tidak mendapatkan kompensasi yang dijanjikan pemerintah.

“Ah, kompensasi nya juga tak jelas. Makanya saya tetap beroprasi, kalau tidak beroprasi  darimana atuh saya biaya untuk keluarga,” tukasnya, (23/6/17).

Akibat masih beroprasinya delman, sejumlah ruas jalan di beberapa jalur mudik tampak kemacetannya semakin parah. Disamping itu, sejumlah pengendara kendaraan bermotor juga mengaku khawatir ketika delam berada ditengah-tengan jalan.

“Duh, bagaimana pemerintah ini, katanya akan dilarang, katanya akan diberikan kompensasi. Tapi nyatanya, lihat delam dengan santainya beroperasi. Selain memperparah kemacetan, delam juga membahayakan jika beroperasi di jalan raya provinsi yang ramai dilintasi kendaraan besar,” tutur Wawan (43) salah seorang pengendaran mobil box yang melintas di kawasan Jalan Jendral Soedirman, Kabupaten Garut, (23/6/17). (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI