Komitmen Bersih dari Praktik Pungli, Bapas Luncurkan Program e-Government

GARUT, (GE).- Sebagai bentuk komitmen bersih dari praktik pungli dan percaloan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Garut  meluncurkan Program e-Government.

Lilis Yuaningsih, yang merupakan Kepala Bapas Wilayah Priangan Timur, mengatakan program e-Government salah satu program dari empat rangkaian program prioritas.  Ditegaskannya program tersebut mengarah terhadap aspek pelayanan dengan rujukan dan arahan dari Mentri Hukum dan HAM RI.

“Kami berupaya mengedepankan akselerasi dan memberikan pelayanan prima terhadap klien tanpa ada pungutan liar (pungli) di lapangan. Jika masih ada praktek pungli, maka ada resiko yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Lilis. (6/1/2017).


Dijelaskannya, komitmen tersebut memiliki landasan regulasi yang kuat, yakni Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2015.

“Korelasinya (peraturan) diperkuat oleh program Presiden Joko Widodo melalui Saber Pungli. Bila ada petugas Bapas yang melakukan praktek pungli dalam bentuk apapun, akan ada tindakan tegas,” tandasnya.

Lilis menegaskan, seluruh jajarannya patut mensyukuri atas penghasilan yang didapat, sesuai dengan risiko kerja di institusinya. “Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan bagi kami untuk berbuat macam-macam termasuk melakukan pungli,” katanya.

Program e-Government, kata Lilis merupakan program yang bersifat online. Program ini sendiri merupakan bentuk upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan layanan kepemerintahan berbasis elektronik.

“Program e-Government, kontak fisik atau tatap muka langsung antara petugas dengan klien nantinya bisa dihindari. Hal ini akan lebih menekan bahkan mencegah munculnya peluang praktek pungli bagi petugas,” ujarnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI