Komisi III DPR RI Serap Aspirasi Warga Singajaya dan Banjarwangi

SINGAJAYA, (GE).- Memasuki masa reses sidang keempat tahun 2016, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Jawa Barat XI H. Ahmad Zaki Siradj langsung tancap gas untuk menyerap aspirasi di Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, beberapa waktu yang lalu, Ahad, (8/5/ 2016).

Dalam lawatannya kali ini, H. Zaki Siradj, menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan warga Singajaya dan ratusan pengurus Aisyiah Kecamatan Singaja. Acara dialog dan serap aspirasi itu turut dihadiri Kepala Desa Singajaya, Camat Singajaya, OKP, tokoh masyarakat, pengurus Asyiah Singajaya dan Banjarwangi.

Beberapa warga dan pengurus Aisyiah Singajaya turut menyampaikan aspirasinya. Seperti persoalan pendidikan yang belum merata, pembangunan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat dan keadilan hukum.

“Kami berharap H. Ahmad Zaki Siradj selaku anggota Komisi III DPR RI dapat memberi perhatian serius untuk pembangunan infrastruktur yang masih ditemukan banyak jalan desa yang rusak. Selain itu, sarana dan prasarana pendidikan yang masih jauh dari memadai,” ungkap salah satu pengurus Aisyiah.

Sementara itu, tak hanya berjanji untuk memenuhi berbagai aspirasi warga dan pengurus Aisyiah Singajaya, politikus Partai Golkar ini juga turut mewanti-wanti dan mengingatkan warga serta Pengurus Aisyiah Singajaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pancasila.

“Betapa tidak, “Kemanusiaan yang adil dan beradab” merupakan sila yang mengandung misi akhlakul karimah. Hal ini senada dengan ajaran Islam yang menjunjung akhlakul karimah sebagaimana Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak,” tuturnya.

Diungkapkannya, masalah yang paling keropos dalam berbangsa dan bernegara saat ini adalah korupsi, narkoba, dan teroris. Tiga hal tersebut merupakan bukti keroposnya akhlak masyarakat kita saat ini

“Masalah korupsi misalnya, menjadi topik yang seolah biasa dalam kekuasaan dan pemerintahan. Bahkan masyarakat seolah apatis terhadap gejala tersebut karena sedemikian menggerogoti mental para petinggi bangsa ini,” imbuh mantan Ketua Umum PB HMI ini.

Menurutnya, berbagai kasus korupsi sesungguhnya harus dijadikan cermin. Baru-baru ini, ada oknum kejaksaan yang ditangkap akibat menerima suap kasus korupsi pejabat. Kasus ini yang kemudian menampar keberadaan penegakan hukum itu sendiri. Sebuah potret buram hukum di negeri tercinta ini, miris memang,” pungkasnya. (Syamsul)***