Klaim BPJS Telat, Tunjangan Karyawan di RSUD dr Slamet Garut Terlantar

GARUT,(GE).- Pembayaran sejumlah proyek di RSUD dr Slamet, Garut baru-baru ini belum tuntas. Hal tersebut merupakan salah satu dampak dari telatnya klaim BPJS. Disamping itu, dampak dari klaim BPJS yang telat tersebut juga berimbas terlantarnya remunerasi atau tunjangan para karyawan yang belum terbayarkan selama tujuh bulan.

Menurut pengakuan salah seorang karyawan RSU dr Slamet, sudah tujuh bulan remunerasinya belum dibayarkan. Informasi yang diterimanya, karena klaim BPJS Kesehatan tak lancar.

“Katanya dari BPJSnya mempersulit. Ada juga yang bilang dari RSU nya telat ngajuin klaim. Enggak tahu mana yang benar,” katanya, Jumat (7/9/2018).


Sementara itu, menurut Direktur RSUD dr Slamet, Maskut Farid, pihaknya baru mengurus klaim bulan Maret sebesar Rp 7 miliar. Sedangkan klaim dari April sampai Agustus masih dalam proses.

Ditambahkannya, masalah sumber daya manusia di RSU dr Slamet, menjadi faktor keterlambatan. Tenaga untuk memasukkan data tidak terlalu banyak. Sementara data yang harus dimasukkan tidak sedikit.

“Hari ini sedang masukkan data yang bulan Juni. Banyak masalah dari SDM tenaganya kurang. Sekarang diusahakan dua shift yang kerjanya,” katanya, Jumat (7/9/2018).

Masalah lainnya yakni dengan sistem baru untuk klaim BPJS. Sebelumnya, verifikator dari BPJS dan rumah sakit berada di satu tempat. Namun saat ini, verifikator BPJS tak berada di satu tempat.

“Sekarang diubah, verifikator enggak di RSU tapi di BPJS. Jadi sekarang dikumpulkan di RS dulu baru ke BPJS. Jadi dua kali proses,” tukasnya. (Tim GE)*** 

Editor: ER.P

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI