KKN Tematik Uniga, Bersinergi Bersama Mahasiswa Membangun Desa

GARUT, (GE).- Mahasiswa boleh dibilang generasi intelektual muda yang akan menunjang pembangunan di berbagai bidang. Dan salah satu wilayah terdepan dalam menopang pembangunan adalah wilayah pedesaan. Tak heran, selama ini wilayah perdesaan yang relatif lingkungannya masih asri dijadikan tempat pembelajaran bagi para mahasiswa di akhir study-nya.

Demikian diungkapkan Imas Purnamasari, S.Sos., M.Si., salah seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Garut (Uniga) yang baru-baru ini bersama sejumlah anak didiknya menggelar KKN Tematik di kawasan Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Garut.

“Ya, kegiatan KKN Tematik ini juga merupakan sebuah upaya pencapaian terwujudnya Visi-Misi Uniga periode 2015-2019, yaitu Mewujudkan Universitas yang maju pada tingkat nasional,” tutur Imas, seraya menebar senyumannya.

Imas Purnamasari, S.Sos., M. Si (kiri) bersama Dr. Masripah, M,Si. (kanan) yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) saat sesi foto bersama dengan Teten Sundara, Camat Malangbong, usai pelepasan peserta KKN Tematik Uniga, (3/8/17) ***

Dikatakannya, untuk membangun sebuah desa yang maju diperlukan adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif dan bertanggung jawab. Salah satu upaya Universitas untuk membangun desa yang maju diantaranya dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diintegrasikan dengan pengabdian di tengah masyarakat.

“Dalam KKN Tematik ini merupakan kegiatan intrakurikuler yang pengelolaannya bersama LPM dipadukan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi,” ujar Imas, yang saat ini tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Ekonomi Uniga.

Dijelaskannya, pada kegiatan KKN Tematik di Desa Sakawayan (8/8/17) para mahasiswa yang didampingi dua dosen pembimbingnya, yakni Dr. Masripah, M,Si (DPL 1) serta Imas Purnamasari, S.Sos., M. Si. (DPL2), menggelar lokakarnya dengan berbagai bidang kegiatan bersama warga Desa Sakawayana.

Dalam lokakarya tersebut kegiatan kemasyarakatan dibagi empat bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat serta pendidikan. Untuk bidang kesehatan para mahasiswa mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan hidup bersih dan program pelayanan posyandu untuk balita dan lansia.

“Untuk bidang ekonomi sendiri, kami memberikan beberapa pembelajaran aplikatif. Diantaranya perencanaan bisnis teh hijau daun salam, membantu pembuatan proposal pengajuan usaha dan yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk bidang pemberdayaan masyarakat diadakan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), sosialisasi peningkatan organisasi kepemudaan serta berpartisipasi dalam penyambutan HUT RI.

“Untuk bidang pendidikannya kita adakan lomba adzan untuk anak-anak tingkat SD serta kampanye pendidikan,” katanya.

Imas mengungkapkan, melalui KKN kualitas dharma pendidikan dan pengajaran akan meningkat. Seiring lebih banyak pengalaman, penemuan, pengetahuan, keterampilan baru serta pengenalan kebijakan lokal, baik yang diperolej dosen maupun mahasiswa.

“Demikian pula dengan kualitas dharma penelitian ┬ádan penemuan hal-hal baru di lapangan. Sehingga KKN ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh mahasiswa guna tercapainya pendidikan S1,” urainya.

Ditambahkannya, sejatinya pelaksanaan KKN ini telah dilaksanakan mandiri oleh masing-masing fakultas. Mulai tahun 2016 sampai sekarang (2017) pelaksanaan KKN dilakukan sekaligus dan terintegrasi yang diikuti semua fakultas di lingkungan Universitas Garut (Uniga).

Sementara itu, Dr.Masripah, M,Si., berharap dengan KKN Tematik Uniga ini benar-benar bisa membantu mewujudkan pembangunan yang maju sesuai dengan visi misi Kabupaten Garut, yakni ” Mewujudkan Kabupaten Garut yang Maju, Sejahtera, Adil dan Berwawasan Lingkungan.” (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI