KKN PPM STIE Yasa Anggana, Mahasiswa Berikan Bantuan Sumur Bor

GARUT, (GE).- Memasuki musim kemarau, warga Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Untuk kebutuhan minum, mandi dan mencuci hanya mengandalkan air sumur yang keluar apabila lagi musim hujan.

Di Desa Simpang sendiri terdapat empat dusun, delapan RW dan 30 RT. Hampir disetiap dusun warganya kesulitan air bersih. Mendapati kondisi tersebut, mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut, yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) merasa prihatin. Berangkat dari keprihatinnya, para intelektual muda ini berinisiatif memberikan bantuan berupa pembuatan sumur bor.

“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk bhakti sosial kepada masyarakat Desa Simpang. Kami berharap dengan kegiatan gotong royong, dapat menjadikan masyarakat di Desa Simpang lebih mandiri,” tutur Zafar Siddiq, Koordinator KKN PPM Desa Simpang, Rabu (16/8/17)


Zafar mengatakan, bahwa peran mahasiwa dalam pelaksanaan KKN-PPM ini salah satunya menjadi fasilitator dan penggerak masyarakat agar senantiasa menumbuhkan kembali budaya gotong royong.

“Saat ini budaya gotong royong di masyarakat sudah mulai terkikis akibat perkembangan zaman,” katanya.

Diharapkannya, dengan adanya bantuan dari mahasiswa ini dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya gotong royong, serta dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Rahmawati Lilis, selaku Kepala Desa Simpang mengapresiasi dengan kegiatan dan program yang dilakukan peserta KKN dari STIE Yasa Anggana Garut.

“Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat mengucapkan terimaksih kepada para mahasiswa KKN-PPM yang melaksanakan tugasnya di Desa Simpang. Mudah-mudahan bantuan sumur bor ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya. (Dedi Sofwan)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI