Kisruh dengan PT. Changsin, Wartawan Sesalkan Kinerja Polres Garut yang Lamban

POLRES, (GE).- Sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), kembali mendatangi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut. Mereka menanyakan penanganan kasus penjegalan liputan yang dilakukan PT. Changsin.

Penanganan kasus ini seakan dipetieskan oleh aparat berwenang dalam hal ini Polres Garut. Padahal PWI dan IJTI telah melayangkan laporan terkait penjegalan terhadap wartawan saat melakukan peliputan sejak 28 Juni 2015.

Menanggapi persoalan ini, ketua PWI Garut, Aep Hendy, merasa kecewa terhadap kinerja Polres Garut. Ia mensinyalir Polres Garut telah “masuk angin”. Sehingga persoalan ini tak kunjung menemui titik terang. Padahal Polisi telah melakukan MOU dengan dewan pers terkait perlindungan terhadap profesi wartawan.

“Persoalan ini mengindikasikan ada permasalahan dalam institusi Polisi. Jika tak ada klarifikasi perkembangan kasus ini kami nyatakan mosi tak percaya terhadap Polres Garut. Bahkan kami akan memboikot pemberitaan Polres Garut,” ujar Aep dengan nada kesal, Rabu (27/4/2016) saat ditemui di Kantor Perwakilan PWI Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul Garut.

Aep melanjutkan, Polres Garut sangat lamban menangani permasalahan ini. Padahal aturannya sudah jelas dan bukti-bukti yang diserahkan pun sudah lengkap. Ia menyayangkan kenapa Polisi tak ada keberanian untuk memprosesnya.

Ia berharap Polisi segera bertindak agar kepercayaan publik terhadap Polisi dalam hal ini Polres Garut semakin meningkat. Berlaku sebaliknya, jika Polres Garut tak ada keberanian untuk memproses kasus ini tentunya sebagai wartawan sekaligus masyarakat merasa dikecewakan.

Sebelumnya, Kapolres Garut, AKBP. Arif Budiman, pernah berjanji akan segera menuntaskan permasalahan ini. Saat itu, Arif mengatakannya di hadap semua awak media akan segera memproses permasalahan ini ke jalur hukum. (Farhan SN)***