Kiprah PTMSI Garut di Yasaka Open Thailand

PERSATUAN Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) cabang Garut, memberangkatkan dua atlitnya ke Thailand, untuk mengikuti yasaka open cup di Bangkok Thailand. Pertandingan tersebut bertaraf internasional diikuti delapan negara di Asia.

Selain mengikuti turnamen, keberangkatan ini bertujuan untuk melakukan studi banding pertandingan yang akan membawa harum nama baik Kabupaten Garut di kancah dunia. Meski kejuaraan Yasaka Open merupakan pertandingan resmi namun PTMSI Garut tidak menargetkan juara.

Melatih mentalitas juara dan ingin mengetahui pertandingan di tingkat internasional menjadi tujuan tim PTMSI berangkat ke negeri gajah putih tersebut.

Kedua atlit yang diberangkatkan ke thailand tersebut mengikuti dua kelas, yaitu kelas kadet yang diwakili Andre, serta kelas beregu dewasa yang di ikuti oleh Nurseno SP Utomo. Selain para atlit, keberangkatan mereka didampingi menejer dan tim dokumentasi.

Atlit-atlit ini diharapkan akan bisa mengangkat prestasi dalam bidang olah raga tenis meja. Semua itu dikatakan salah seorang atlit yang sekaligus ketua PTMSI Garut, Nurseno SP Utomo, saat persiapan keberangkatannya ke Thailand, Rabu (2/12/2015)

Nurseno menambahkan, semua itu menggunakan biaya pribadi tanpa ada campur tangan pemerintah.
Rombongan atlet, bertolak ke Thailand pada hari Rabu (3/12/2015), dengan membawa harapan besar. Sesampainya di kota Bangkok dimana Yasaka open turnamen cup dilaksanakan, mereka bertemu dengan atlit-atlit asia lainnya. Yasaka open cup sendiri, merupakan salah satu turnamen tenis meja yang di selenggarakan satu tahun sekali.

Turnamen Yasaka Open berlangsung ketat. Tiap negara menampilkan permainan terbaiknya. Langkah Indonesia yang salah satunya diperkuat oleh tim PTMSI Garut melangkah mulus di babak penyisihan.

Namun langkah perwakilan Garut untuk Indonesia mulai terhenti di delapan besar. Seperti yang dilakoni Andre Kristian (12), yang masuk menjadi peserta kategori junior, akhirnya harus terhenti di babak delapan besar. Namun walaupun demikian, Andre sudah mengalahkan beberapa atlit asia pada babak sebelumnya.

Berbeda dengan Nurseno yang tergabung dalam kelas beregu dewasa, menyabet juara tiga bersama atlit dari negara Singapur. Nurseno dan kawan-kawan harus terhenti setelah dikalahkan juara umum Thailand yang sekaligus menjadi tua rumah Yasaka Open.

Untuk itu, ia berhak membawa piala penghargaan beserta uang pembinaan sebesar 1500 USD. Sedangkan yang keluar menjadi juara kelas tunggal dewasa, adalah atlit tuan rumah, dan juara beregu di raih oleh atlit dari Jepang.

Nurseno mengatakan, prestasi ini adalah suatu hal yang cukup membanggakan, dan menjadi motivasi kedepan bagi PTMSI Garut untuk lebih maju lagi. Bahkan PTMSI Garut, mempunyai target juara satu kelas kadet junior pada tahun depan.

Rencananya, tahun depan PTMSI akan mengirimkan tiga atlet pada kejuaraan Yasa Open. Bahkan ia berharap tahun depan Garut bisa jadi juara.

Masih menurut Nurseno, umur Andre kristiani masih sangat muda. Tentunya menjadi harapan agar Garut bisa berkibar di tingkat Internasional. Untuk bisa mencapai target tersebut, PTMSI akan mengoptimalkan latihan, dengan cara mengadopsi sistem latihan luar negri, dan tentunya dibarengi dengan pelatih yang professional.

Ditegaskannya, satu tahun ke depan akan ada bibit baru yang bermunculan, dan bibit-bibit tersebut akan di latih dan di bina secara serius. Pasalnya, tahun depan akan ada tiga orang atlet yang akan di pertandingkan dalam ajang yang sama. Mudah-mudahan semua rencana ini bisa berjalan dengan baik.

(Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN