Kini Seragam PNS dan TKK Dibedakan, Sekda: Bagi TKK yang Berkinerja Baik Akan Diberikan Tambahan Penghasilan

GARUT, (GE).- Sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan pegawai, Pemkab Garut mengeluarkan aturan terkait seragam tenaga kerja kontrak (TKK) dan pegawai negeri sipil (PNS).

Untuk para TKK diharuskan mengenakan pakaian putih. Aturan ini diterapkan karena banyaknya pegawai Pemkab yang tertangkap di luar kantor saat jam kerja. Konon, kebanyakan yang berkeliaran di luar kantor saat jam kerja itu ditenggarai pegawai berstaus  TKK.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman, Senin (13/3/17). Menurutnya, perbedaan penggunaan pakaian tersebut sudah diberlakukan Pemprov Jabar. Dari hasil evaluasi, sering terjadi ketidakadilan antara PNS dan TKK.


“Ternyata yang kerjanya berat itu TKK. Tapi karena pakaiannya seperti PNS dianggap yang benar kerja itu PNS. Padahal yang kerja TKK,” tegas Iman Alirahman.

Dijelaskannya, dari sisi penegakan disiplin,  agak bias dalam memberi tindakan. Pasalnya, dengan pakaian yang sama dengan PNS, sepintas sulit dibedakan. Jika melakukan pelanggaran, tak bisa menerapkan sanksi sesuai PP Nomor 53 tahun 2010.

“Ya, kami sering ditanya pembinaan pegawai oleh dewan. Padahal yang melanggarnya itu TKK. Kami coba perbarui tentang sistem penggunaan pakaian dinas ini,” tandasnya.

Meski begitu, Iman mengaku tak mendiskriminasi hak yang dimiliki para TKK. Hanya ketentuan bekerja saja yang dibedakan agar sesuai dengan kiprahnya.

“Hari Senin sampai Rabu saja yang beda. Kalau hari Kamis dan Jumat sama dengan PNS pakaiannya. Untuk yang tataran teknis juga kami minta disesuaikan,” jelasnya.

Perbedaan pakaian, lanjut Iman, juga didasari atas operasi tangkap tangan yang terjadi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beberapa waktu lalu. Apalagi TKK di dinas tersebut memiliki peran cukup penting.

“Kalau ada TKK yang kinerjanya baik akan kami beri tambahan penghasilan. Sekarang sedang pembahasan,” pungkasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI