Khidmatnya Prosesi Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Hutan Cilampuyang

SUASANA berbeda mewarnai prosesi upacara peringatan Sumpah Pemuda di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jumat,( 28/10/2016). Dalam pelaksanaan upacara peringatan Sumpah Pemuda tahun ini (2016) Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Malangbong menyelenggarakan upacara peringatan Sumpah Pemuda di tengah hutan belantara, tepatnya di lokasi Bumi Perkemahan, Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, Garut.

Hutan Cilampuyang tercatat menempati areal tanah seluas 5 hektare. Selain dipersiapkan untuk pusat hutan wisata, Hutan Cilampuyang juga dipersiapkan untuk beberapa pusat kegiatan kepemudaan dan bumi perkemahan 3 kabupaten, Garut Sumedang dan Tasikmalaya.

Dalam upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke 88, hutan Cilampuyang ini menjadi saksi bagaimana sensasi khidmatnya sebuah upacara. Hal inilah yang dirasakan Camat Malangbong, Teten Sundara, yang saat itu bertindak sebagai inspektur upacara ( Irup).
Teten Sundara, menyampaikan rasa bangga sekaligus ucapan terimakasihnya kepada para peserta upacara.


“Saya sangat merasakan khidmatnya upacara kali ini. Bangga tentunya, menyaksikan antusiasme peserta upacara. Teruma kasih untuk semuanya, khususnya untuk para pelajar yang telah bersedia mengikuti upacara di tengah hutan ini. Juga para aktivis Karang Taruna Kecamatan Malangbong , Kwaran Gerakan Pramuka Kecamatan Malangbong yang telah mensukseskan upacara peringatan Sumpah Pemuda ini.” Ungkap Teten, dalam sambutannya.

Diharapkannya, momentum sumpah pemuda kali ini dijadikan tonggak kebangkitan dan persatuan para pemuda, khususnya di Malangbong. Camat menekankan kepada para pemuda agar lebih berkarakter, semakin mandiri, dan tidak terpengaruh kepada bahaya narkoba, pergaulan bebas atau kenakalan remaja.

“Pemuda mandiri adalah pemuda yang tidak tergerus arus oleh globalisasi. Pemuda mandiri adalah pemuda yang jauh dengan perilaku menyimpang, jauh dari narkotika, jauh dari minuman keras, dan jauh dari pergaulan bebas,” kata Teten.

Senada dengan Teten, Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Malangbong Edi Supriadi menambahkan, yang terpeting dalam momen peringatan sumpah pemuda ini adalah pemuda tetap bersatu, hilangkan diskriminasi, ataupun hal-hal yang mempengaruhi sulit berkembangnya kreativitas pemuda dalam pembangunan daerah.

“Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Malangbong seharusnya menjadi garda terdepan, begitu juga bagi organisasi pemuda lainnya. Terpenting bagi kita persatuan dan kesatuan pemuda tidak terpecah belah, tidak ada diskriminasi, karena Pemerintah Kecamatan Malangbong sendiri saat ini memperlakukan sama kepada pemuda, artinya kepedulian kita terhadap pemuda sangat besar,”paparnya.

Sementara itu, sekretaris panita, sekaligus Ketua Umum Karang Taruna Kecamatan Malangbong, yang saat itu didampingi oleh para pengurus Karang Taruna Kecamatan Malangbong, diantaranya Cucu Supiandi, Lilis Hani Maharani, Andri Jaelani, Ilyas Hasan Basri, Dadang Kurniawan, serta H.Dadan Wildan, menyatakan sepakat dengan apa yang disampaikan Camat Malangbong.

“Ya, kegiatan upacara hari sumpah pemuda sengaja kita gelar di bumi perkemahan Katapura Cilampuyang. Salah satu tujuannya untuk mempromosikan keberadaan bumi perkemahan. Selain itu, Karang Taruna kecamatan Malangbong bersama PHBN memiliki gagasan untuk melakukan pembenahan di areal bumi perkemahan. (TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI