Khawatir Terjadi Longsor, Bupati Minta Pengusaha di Kawasan Darajat Patuhi Aturan PVMBG

GARUT, (GE).- Hingga saat ini sejumlah objek wisata di kawasan Darajat belum kunjung mengurus perizinan. Pemkab Garut sendiri telah memberikan tenggat waktu selama empat bulan untuk mengurus perizinan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 19 tahun 2016 tentang penataan kawasan Darajat.

Pengurusan izin untuk objek wisata di Darajat diberikan waktu selama setahun, demikian poin yang disebutkan dalam Perbup tersebut. Para pengusaha seharusnya menyesuaikan bentuk bangunan sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG). Dengan dikeluarkannya Perbup kawasan Darajat, tempat wisata harus mengikuti aturan yang berlaku.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menegaskan pihaknya masih menunggu itikad baik dari para pengusaha untuk mengurus perizinan.


” Dari informasi yang saya terima sampai kemarin belum ada yang mengurus izin. Waktunya sekarang tinggal empat bulan lagi,” kata Rudy, saat diwawancarai sejumlah awak media usai acara karnaval HJG KEĀ  204, Rabu (22/2).

Ditegaskannya, jika tidak ada yang mengurus izin hingga tenggat waktu yang diberikan, Rudy mengancam akan memberikan sanksi. Meski begitu, Rudy berharap para pengusaha bisa mematuhi aturan tersebut. Pemkab akan melegalkan wisata di Darajat asal bisa menyesuaikan dengan aturan dan rekomendasi PVMBG.

“Darajat itu persoalannya lain. Pertama menyangkut masalah mata air panas, kedua soal bangunan penginapannya. Untuk masalah air sudah selesai. Sekarang tinggal bangunannya karena berada di kemiringan,” tukasnya.

Diungkapkannya, dengan Perbup yang ada, diharapkan penataan bisa dilakukan secara komprehensif termasuk bangunan. Jangan ada penginapan yang dibangun di kemiringan karena akan membahayakan warga dan wisatawan yang datang.

“Kami juga mendengarkan saran dari Ombudsman dan PVMBG. Soalnya bangunan di Darajat itu menyalahi aturan. Boleh membangun tapi harus sesuai persyaratan dari PVMBG,” Tandasnya.

Rudy membandingkan objek wisata Darajat dengan kawasan Cipanas. Menurutnya di Cipanas pemanfaatan air dan bangunan yang dijadikan penginapan tak membahayakan pengunjung.

“Di Cipanas tidak membahayakan, karena tidak ada di kemiringan. Kami menghimbau para pengusaha di Darajat untuk segera mengurus perizinannya,” katanya.

Bupati mengaku khawatir akan terjadi longsor di kawasan Darajat jika tak segera dibenahi. Dengan adanya Perbup bisa menjadi upaya pencegahan. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI