Khawatir Diterjang Banjir, Jambore Ranting Kwaran Malangbong Dihentikan

MALANGBONG,(GE),- Perkemahan Jambore ranting Kwaran Malangbong terpaksa dihentikan. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari (20- 23/09/2016) gagal dilaksanakan sesuai jadwal karena khawatir banjir , menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan perkemahan.

Perkemahan ini merupakan program tahunan dalamrangka HUT Pramuka tersebut digelar di Bumi perkemahan Katapura, Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Menurut panitia perkemahan, hujan deras diawali sejak pukul 16.00 Wib Selasa, (20/09/2016)

Namun hujan sempat berhenti selepas Magrib. Karena itu, panitia kegiatan belum mengambil keputusan apapun. Selepas Isya bumi perkemahan yang baru kali pertama digunakan itu kembali dilanda hujan lebat disertai petir .


Dari kejadian itu, sejumlah peserta mencoba bertahan dalam tenda. Sementara peserta lainnya mulai beranjak meninggalkan bumi perkemahan . Mereka kembali kerumahnya masing- masing dalam keadaan kecewa. Sementara itu, evakuasi dilakukan oleh panitia tepat pukul 12. 00 Wib, peserta Jambore ranting di angkut ke lokasi terdekat disekitar itu, yakni ADB Cilampuyang.

“Beruntung tidak ada korban jiwa atau tanah longsor, akibat curamnya lokasi. Tanah yang memang memiliki kemiringan 45 derajat itu, masih labil digunakan ditambah hujan deras mengguyur kawasan itu. Semalam suntuk. Apalagi disebelah barat sungai Cimanuk tengah mengamuk. Disebelah selatan terdapat aliran anak sungai dari kawasan hutan Cakrabuana.” Ungkapnya.

Ketua Kwaran Malangbong, Aep Saepudin, S.Pd., MM menuturkan , untuk peserta Jambore ranting dari penggalang SD, terpaksa dihentikan dan dipulangkan ke gugus depannya masing masing. Ia mengaku khawatir bila kegiatan terus dilanjutkan.

Sementara peserta dari regu penggalang SMP yang mengikuti Lomba Tingkat 2 terus dilanjutkan hingga hari Rabu (21/08/2016). Namun itupun ada beberapa kegiatan yang diefektifkan. Bahkan sebagian kecil ditiadakan.

Ditempat terpisah, Orang tua peserta Jambore Ranting, Kaslaw, warga Kampung Cipeuteuy , Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong menyambut baik dengan dihentikannya kegiatan Jambore. Ia kuatir tanah akan longsor mengingat lokasi itu baru digunakan dan medannnya yang berbukit-bukit.

“Saya berharap tempat itu meski dibenahi dulu sebelum digunakan. Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat teratasi. Lokasi tanah dengan kemiringan 45 derajat itu, sangat menghawatirkan.” Harapnya. (TAF. Senopati)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI