Khawatir Dampak Negatif HP, Disdik Garut Segera Berlakukan Pelarangan Pengunaan HP Bagi Pelajar di Sekolah

DISDIK, (GE).- Seiring perkembangan tekhnologi Hand Phone (HP) atau telfon seluler yang kian canggih dengan berbasis android, sebenarnya bermanfaat untuk komunikasi mobile. Namun, ternyata dampak negatifnya juga tidak sedikit, terlebih jika dipakai kaum muda seperti anak usia sekolah.

Baru-baru ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut mendukung aturan yang melarang pelajar membawa HP ke sekolah. Rencananya, pelarangan penggunaan HP secara sembarangan di sekolah akan disahkan dalam bentuk peraturan menteri pada September tahun ini (2016).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Garut Totong, menegaskan, pihaknya akan memberlakukan larangan tersebut di seluruh sekolah Kabupaten Garut, bila aturan itu diimplementasikan. Dikuinya, selama ini penggunaan HP di kalangan pelajar justru lebih banyak madorotnya daripada manfaatnya.

“Dampak negatif penggunaan HP memang banyak. Selain karena saat ini fitur HP yang kian canggih dengan berbasis android ini bisa disalahgunakan. Misalnya konten porno, penggunaan HP di kalangan pelajar juga kerap kali membuat malas belajar,” ungkapnya , Rabu (7/9/2016).

Ia mencontohkan, munculnya rasa malas ini terjadi saat pelajar cenderung keranjingan bermain game di HP. “Harusnya belajar, mereka malah jadi ketagihan bermain game seperti game online pada HP, atau mungkin menggunakannya untuk sekedar chatting yang tidak perlu. Semua itu memang membuat jadi malas belajar,” urainya.

Meski demikian, Totong mengakui bila sebenarnya penggunaan HP dapat diilakukan ke arah yang positif. Terlebih HP pada dasarnya merupakan sarana telekomunikasi.

“Banyak sisi positif sebenarnya. HP ini kan alat telekomunikasi, pelajar bisa saling berkomunikasi dengan orang tuanya, temannya, dan guru. HP juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar, dengan e-learning misalnya. Namun kenyataannya tidak demikian, justru HP sering digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dede Sutisna pun mengapresiasi rencana Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana S Yembise, yang menggagas peraturan larangan membawa HP tersebut. Ia mendukung bila pelarangan itu bertujuan baik untuk pelajar.

“Kami mengapresiasi langkah dari bu menteri. Bila pelarangan ini bertujuan agar pelajar lebih fokus untuk belajar, kami mendukung. Kami juga akan memberlakukan peraturan itu di Garut jika sudah disahkan,” tukasnya. (Tim GE)***