Khawatir Cuaca Ekstrim, Ratusan Nelayan Pantai Selatan Berhenti Melaut

RATUSAN perahu nelayan tampak hanya ditambatkan di muara pantai selatan Garut, baru baru ini.

GARUT, (GE).- Dalam sebulan terakhir beberapa wilayah, termasuk di kawasan selatan Garut dilanda cuaca ekstrim atau yang saat disebut Siklon Tropis Cempaka. Kondisi alam yang kurang bersahabat ini memaksa para para nelayan di pantai selatan Garut berhenti melaut.

Menurut Asep Hidayat, Ketua Nelayan Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut sudah beberapa hari terakhir sejumlah nelayan menghentikan mengais rizki di laut. Mereka khawatir terdampak cuaca ekstrim.

“Ya, kami hawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Anginnya masih besar. Sejak pagi sampai malam anginnya terus besar. Sementara kita tidak berani melaut,” ujar Asep, Rabu (29/11/17).


Diungkapkannya, saat ini ombak di pantai selatan Garut mencapai ketinggian hingga tiga meter. Akibat kondisi tersebut para nelayan sudah berhenti melaut sejak Senin (27/11). ¬†“Saya juga sudah imbau nelayan untuk tak melaut. Soalnya bahaya juga karena angin dan ombak besar,” ungkapnya.

Ombak yang cukup besar juga membuat nelayan nelayan yang mencari ikan di pinggir pantai pun kesulitan.. Pasalnya ombak yang besar membuat ikan tak ada di pinggir pantai.

“Angin besar dari jam 08.00 sampai jam 10.00. Terus anginnya kecil lagi sebentar. Jam 14.00 angin sudah besar lagi,” ujarnyanya.

Asep menyebut imbauan untuk tak melaut diperkirakan hingga bulan Desember. Namun melihat cuaca yang telah memasuki musim hujan, diperkirakan nelayan baru bisa melaut pada tahun depan (2018).

“Kayaknya Januari atau Februari baru normal lagi. Kalau sudah seperti ini jelas merugikan nelayan. Tapi masalah cuaca tidak bisa diprediksi,” katanya.

Tercatat lebih dari 500 nelayan di Rancabuaya kini  harus beralih profesi. Sebagian nelayan ada yang memilih berdagang. Terlebih di akhir tahun banyak wisatawan yang datang.

“Ada yang jualan, ada juga yang beralih menjadi petani. Yang penting bisa dapat uang untuk kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengimbau kepada warga untuk mewaspadai musim hujan saat ini. Sejumlah potensi bencana pun sangat rentan terjadi di musim hujan.

” Ya, harus waspada, nelayan juga harus hati-hati karena angin besar. Warga di kawasan selatan juga harus meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya, di Pendopo Garut.

Dijelaskannya, ada 18 daerah yang berpotensi terjadi bencana, khususnya banjir bandang. Bupati menyebut beberapa wilayah yang berpotensi banjir meliputi Malangbong, Kersamanaha, Sukawening, Wanaraja, Garut Kota, dan Tarogong Kidul. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI