KH. Sirojul Munir, Terpilih Jadi Ketua MUI Garut Periode 2016-2021

KOTA,(GE).- Awal tahun 2016, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut punya hajatan besar, berupa Musyawarah Daerah (Musda). Hampir seluruh pengurus MUI tiap Kecamatan turut hadir dalam acara yang digelar selama dua hari di Aula Gedung Hotel Paseban. Sabtu-Ahad, (9-10/1/ 2016).

Selain pengurus MUI, dalam Musda ini hadir pula Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta beberapa pejabat Dinas di lingkangan Pemkab Garut. Tampat pejabat dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan tuut serta hadir.

Usai diawali dengan pembacaan ayat suci Al’quran, kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan dan laporan dari pihak panitia penyelenggara kegiatan, sambutan pengurus MUI Kabupaten Garut, serta perwakilan MUI Jawa Barat, dan diakhiri dengan sambutan Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati berharap, Musda yang sekaligus memilihan ketua MUI serta jajaran kepengurusan tingkat kabupaten yang baru ini dijadikan momen untuk mempererat ukhuwah antara Ulama dan Pemerintah daerah.

“Saya harap Musda ini dijadikan momen untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antara Pemkab dan ulama,” katanya.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Johan jauhari, menuturkan, Musda ini merupakan agenda rutin untuk memilihan ketua dan struktur kepengurusan MUI Kabupaten yang baru. “Ya, Musda ini merupakan agenda tahunan untuk memilih atau menetapkan ketua dan pengurus MUI Kabupaten yang baru,” ungkapnya.

Di hari ke-2 Musda, akhirnya tim formatur terbentuk, sehingga rumusan lanjutan mengenai pencalonan pun sampai di titik keputusan. Melalui tahapan dan proses yang cukup alot, akhirnya KH. Sirojul Munir, salah seorang ulama asal Bayongbong, terpilih menjadi ketua MUI Kabupaten Garut periode 2016-2021.

Ketua terpilih mengaku, sebenarnya ia tidak berniat mencalonkan diri menjadi ketua, tetapi saat berlangsungnya Musda, namanya masuk dalam kandidat ketua, dan akhirnya terpilih. Ulama yang akrab di sapa Ceng Munir ini, mengakui, jika di Kabupaten Garut, masih banyak persoalan yang harus di selesaikan.

“Sebenarnya, saya tidak beniat mencalonkan, namun ternyata saya masuk dalam daptar kandidat calon ketua. Dan akhirnya terpilih mengemban amanah ini.” tutur Ulama kharismatik yang akrab disapa Ceng Munir ini.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Ceng Munir mengajak semua elemen masyarakat ormas Islam yang ada di Garut, untuk saling berkoordinasi satu sama lain, agar jika ada suatu permasalahan bisa terselesaikan dengan baik. Selain itu, Ceng Munir merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Garut yang diwakili oleh pengurus MUI. (Useu G Ramdani)***