Keukeuh Ingin Berjualan di Pengkolan, Ratusan Massa PKL “Ontrog” Pemkab Garut

PEMBANGUNAN, (GE).- Merasa betah berdagang di kawasan Jalan A. Yani, Kecamatan Garut kota (Pengkolan), ratusan masa yang mengaku pedagang kaki lima (PKL) kembali turun ke jalan. Sebelum meng “ontrog” para pejabat teras Pemkab Garut, ratusan PKL ini menggelar aksi demonstrasinya di kawasan Bundaran Simpang Lima, Senin (01/08/2016).

Dalam orasinya, para PKL menuntut kepada Pemkab Garut, khususnya Bupati Rudy Gunawan agar mengizinkan untuk tetap berjualan di kawasan Pengkolan. Mereka menilai relokasi yang dilakukan Pemkab Garut ke Gedung Intan Medina atau Gedung PKL 1 dan 2. Para PKL menilai di tempat yang baru kurang pembeli, sehingga merugikan.

Aksi yang digelar sejak pukul 10.00 Wib pagi sempat memacetan ruas jalan di kawasan Bundaran Simpang Lima. Merasa puas berorasi di Simpang Lima, para PKL melanjutkan aksinya ke Gedung DPRD dan berakhir di Kantor Pemkab Garut.

Para PKL beranggapan, relokasi yang disediakan Pemkab Garut di Gedung PKL 1 dan 2 sama saja “membunuh” mereka. Bahkan pemindahan ke Gedung PKL disebut para PKL dilakukan oleh oknum yang memiliki kepentingan. Sehingga tak semua PKL terakomodir ke gedung tersebut.

“Ya, saya sempat berjualan 6 bulan di Gedung PKL. Modal saya habis untuk makan, boro-boro kembali modal. Ya karena sepi pembeli,” tutur Wati,, salah seorang PKL.

Sementara itu, Ai, juga salah seorang pedagang meminta Pemkab Garut untuk memberikan izin pedagang berjualan di kawasan Pengkolan. Katanya, Pemkab bisa memberikan perhatian dengan menata tempat berjualan.

“Saat pembangunan Gedung PKL tidak ada komunikasi dengan kami. Malah dengan oknum yang tidak jelas,” tukasnya.

Sekda Kabupaten Garut, Iman Alirahman meminta agar semua PKL bisa terlebih dahulu menempati Gedung PKL 1 dan 2. Jika nanti terbukti dagangannya tak laku, maka bisa ada rencana lain. Bahkan Iman pun mendukung upaya revitalisasi sesuai keinginan PKL.

“Hanya saja harus ada pembuktian dulu. Minimal PKL pindah dulu semua,” tandasnya.

Sekda sendiri sangat memahami perasaan para PKL. Hanya saja upaya pemerintah itu juga untuk kebaikan semua pihak. Terkait dengan tuntutan para PKL yang menginginkan revitalisasi, Iman mengaku tak bisa berbuat banyak karena bukan sebagai pembut kebijakan. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN