Ketum LPKSM AL-Badar Perjuangan : Pejabat OJK Tidak Boleh Mengeluarkan Pernyataan Sembarangan Tanpa Bukti

Ketua umum LPKSM Al-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini R, S.sos., saat berdialog dengan sekertaris BPKN, Jakarta, Selasa (16/08/2016)/ Useu GR/ 'GE'

GARUT, (GE).- Menyusul kekecewaan yang dinyatakan oleh ketua umum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Al-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini R, S.Sos., terkait pernyataan salah seorang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa minggu yang lalu, akhirnya, Vinartie bersama beberapa pengurus LPKSM AL-Badar Perjuangan, pada tanggal 16 Agustus 2016, kembali mendatangi kantor Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di Jakarta.

Dalam pertemuan dengan pejabat BPKN, Vinartie menjelaskan duduk persoalan terkait beberapa pernyataan salah seorang pejabat OJK Regional Jawa Barat yang selama ini membuat resah masyarakat, khususnya yang telah bermitra dengan PT. CSI Group.

Menanggapi pernyataan Vinartie, Sekertaris BPKN, Ir. M.H. Indra Jaya, M.Si, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyarankan agar permasalahan ini segera di selesaikan dengan cara mencari kebenaran mengenai pernyataan miring pejabat OJK tentang PT. CSI Goup.

Permintaan pihak LPKSM AL-Badar Perjuangan yang ingin di fasilitasi oleh BPKN untuk bisa berdialog dengan pihak OJK, Indra jaya mengatakan, piihaknya akan bersedia, hanya saja untuk saat ini BPKN sedang melakukan persiapan untuk pembentukan komisioner baru BPKN.

“Oleh karena itu, pertemuan antara OJK, manajemen PT. CSI Group, serta LPKSM AL-Badar, akan digelar usai pembentukan struktur kepegawaian di BPKN selesai dilaksanakan.” Tandasnya.

Vinartie akan segera melayangkan surat permohonan dan pengaduan berikutnya kepada BPKN. Harapannya agar permasalahan antara OJK dengan PT. CSI Group bisa segera di selesaikan.

“Kita sebagai lembaga perlindungan konsumen, ingin mengetahui alasan salah seorang pejabat OJK yang memberikan pernyataan miring mengenai PT. CSI Group di beberapa media sosial. Padahal, selama tiga tahun ini saya meneliti CSI, dan tidak mendapati apa yang dikatakan salah seorang pejabat OJK tersebut,” ungkapnya.

Vinartie menambahkan, sebagai pejabat negara tak seharusnya OJK memberikan pernyataan tanpa bukti yang kuat, karena itu bisa meresahkan masyarakat.

Dalam pertemuan ini Vinartie merasa dikecewakan, pasalnya sebelum diadakan pertemuan dengan BPKN itu, dalam surat permohonan yang dilayangkan disebutkan jika LPKSM Al-Badar ingin berdialog langsung dengan pejabat OJK yang bersangkutan.

“Ternyata orang tersebut tidak hadir, padahal surat permohonan sudah ditembuskan ke pihak OJK. Untuk pertemuan selanjutnya, saya berharap agar OJK bersikap kooperatif, sehingga permasalahan ini bisa segera diselesaikan,” tandasnya. (Useu G Ramdani)***