Ketua Umum LPKSM Al-Badar Perjuangan : Ada Apa Antara OJK Dengan PT. CSI Group?

Ketua umum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) AL-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini R. S.Sos., saat mendatangi kantor Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di Jakarta, belum lama ini./ISTIMEWA.

GARUT, (GE).- Adanya pernyataan miring dari pejabat OJK terkait PT. CSI Group yang beredar di beberapa media sosial mengundang berbagai reaksi. Atas permasalahan ini Ketua umum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) AL-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini R. S.Sos., angkat bicara.

Vinartie Sapta Arini R. S.Sos, menegaskan, pernyataan tersebut sangat tidak berdasar. Akibat penryataan tersebut, Vinartie menyayangkan, sehingga mengakibatkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Dengan adanya pernyataan tersebut, banyak masyarakat, khususnya mitra PT. CSI Group yang meminta kepada LPKSM Al-Badar Perjuangan, untuk mengklarifikasi permasalahan itu.” Tegasnya.

Pada hari Jum’at ( 29 juli 2016), Ketua umum DPP LPKSM AL-Badar Perjuangan, mendatangi kantor badan perlindungan konsumen nasional (BPKN) di Jakarta.

Maksud kedatangan LPKSM AL-Badar Perjuangan tersebut, tiada lain untuk mengklarifikasi pernyataan pejabat OJK yang sangat tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Selain itu, LPKSM AL-Badar Perjuangan meminta kepada BPKN untuk memfasilitasi pertemuan antara pihak OJK dengan manajemen PT.CSI Group, agar permasalahan bisa diselesaikan.

Sebagai ketua umum LPKSM AL-Badar Perjuangan, yang sudah meneliti mengenai kiprah PT.CSI Group selama 3 tahun menyatakan keheranannya.

“ Kenapa pejabat OJK bisa mengeluarkan pernyataan yang sampai saat ini belum bisa di buktikan. Salah satu pernyataan OJK yang cukup mencengangkan, menyebutkan jika PT CSI.Group sudah mengakibatkan kerugian sebesar Rp 3,5 triliun terhadap 3.500 orang warga yang menjadi mitra PT. CSI,” ungkapnya.

Vinartie meminta kepada OJK yang sudah mengatakan hal tersebut agar bisa membuktikannya. Siapa dan di mana warga yang sudah merasa dirugikan oleh PT. CSI. Sehingga dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2016 nanti, dirinya meminta agar orang yang disebut-sebut sudah dirugikan CSI untuk di hadirkan.

“Jika memang ada, tidak usah sebanyak itu, satu orangpun cukup,” tandasnya.

Dikatakannya, jika itu memang terbukti, maka akan dijadikan bahan kajian untuk kedepannya. Sebagai ketua LPKSM, dirinya pasti akan membantu warga yang menjadi korban dari ketidak adilan, termasuk mitra PT. CSI sendiri.

“Saya berharap, dalam pertemuan nanti yang akan difasilitasi BPKN, pejabat OJK yang memberikan pernyataan miring mengenai PT.CSI hadir. Sehingga permasalahannya bisa jelas, dan tidak lagi ada keresahan di tengah-tengah masyarakat.” Harapnya. (Useu G Ramdani) ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN