Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut Diciduk Polisi, Ini Pernyataan Resmi Bawaslu RI

GARUT,(GE).- Diciduknya Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Kabupaten Garut oleh Satgas Anti Money Politic Bareskrim Polri, kemarin (24/02/18) tak ayal membuat geger masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut kaget.

Terkait kasus tersebut, hari ini, Minggu (25/02/18) Badan Pengawas Pemilu RI secara resmi mengeluarkan surat pernytaanya. Begini surat pernytaan resminya:

Pernyataan Bawaslu Atas Tertanggapnya Anggota KPU dan Anggota Panwaslu Garut, Jawa Barat Peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan peristiwa yang memalukan bagi korp Penyelenggara Pemilu, karena peristiwa tersebut telah menciderai proses demokrasi yang sedang berlangsung, khususnya demokrasi yang sedang berlangsung di Kabupaten Garut.


Dan disaat kita menggalakkan gerakan tolak money politik dan peningkatan integritas jajaran penyelengara pemilu panwas bagi anggota penyelenggara pemilu, hidupnya memang selalu dikelilingi oleh banyak godaan yang menggiurkan.

Namun, sebagai penyelenggara pemilu harus mampu menahan hasratnya supaya tidak mudah tergoda dengan janji atau pemberian apapun dari pihak yang mempunyai sangkut paut dalam proses demokrasi. Ada pakta integritas yang harus dijaga oleh setiap individu penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, terkait musibah yang menimpa ketua Panwaslu Kabupaten Garut kami membuat pernyataan :

1. Bawaslu sangat prihatin atas kasus tersebut yang mencederai proses demokrasi yang
sedang berjalan di Kabupaten Garut.
2. Bawaslu mendukung langkah penegak hukum untuk memprosesnya secara tuntas.
Kasus ini adalah kasus suap sehingga orang yang memberikan suap harus juga ditindak
secara tegas tanpa pandang bulu.
3. Kami segera menindaklanjuti dengan memberhentikan sementara sambil menunggu
penetapan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
4. Bawaslu akan melakukan intropeksi diri dan terus semangat untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada jajaran pengawas pemilu
5. Kami berharap publik bisa menanggapi peristiwa ini secara obyektif, karena persoalan
ini muncul atas ulah personal bukan secara kelembagaan.
6. Hari ini juga kami akan mengirimkan tim ke Kabupaten Garut untuk melakukan
supervisi terhadap Panwaslu Kabupaten Garut. Hal ini adalah bentuk respon cepat
Bawaslu RI terhadap peristiwa ini.

Demikian surat pernyataan yang kami buat

Jakarta 25 Februari 2018

Abhan

Ketua Bawaslu RI

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI