Ketua Dewan Syari’ah Baznas tidak Membenarkan Infaq Dikenakan Tarif

Ketua Dewan Syari’ah Baznas Garut, KH. Sirodjulmunir

GARUT, (GE).- Kupon infak bertarif, masih menjadi polemik di kalangan masyarakat. Baznas sebagai institusi pengelola zakat pun ikut dipertanyakan kapasitasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kabupaten Garut, KH. Sirodjulmunir, mengaku kaget. Ia bahkan mengaku tidak tahu menahu mengenai penyebaran kupon infaq berstempel Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut.

Dijelaskannya, selain tidak ada konfirmasi sebelumnya, Ia juga sebagai ketua dewan Syari’ah di Baznas Garut tidak membenarkan jika yang namanya infaq ditentukan nominalnya, Kamis (15/07/2017).


”Jika di tentukan nilainya, itu bukanlah infaq. Coba kalau ada masyarakat yang akan memberi infaq itu lebih atau bahakan kurang dari nominal yang tertulis dalam kupon tersebut, kan bisa membuat bingung warga itu sendiri,” katanya.

Diungkapkannya, selaku ketua MUI dan dewan Syari’ah di Baznas Garut, dirinya berjanji akan memperbaiki dan meluruskan permasalahan infaq ala Baznas ini. Namun, untuk tahun ini, karena kupon infaq buatan Baznas Garut sudah terlanjur menyebar ia memberikan arahan kepada para petugas tingkat desa untuk lebih bijak dalam menyikapinya.

“Untuk seluruh masyarakat Garut, janganlah terpaku dengan angka atau nominal uang senilai Rp 2.500 yang ada di dalam kupon. Jika ingin berinfak silahkan saja walaupun nilainya kurang ataupun lebih dari angka Rp 2.500. Bagi para petugas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) san infaq di tingkat desa dan kecamatan disarankan untuk membuat kwitansi,” ungkapnya.

Ditegaskannya, apabila ada warga yang ingin berinfaq dan nilainya kurang dari 2.500 rupiah masih tetap bisa. ”Sekali lagi infaq itu tadak boleh ditentukan nilainya oleh siapapun. Mengenai peruntukan, hasil dari infaq itu boleh untuk apapun, dalam catatan tentunya untuk kebaikan,” pungkasnya.

Sementaraitu, Bupati Garut, H. Rudy Gunawan membenarkan jika pihak Baznas Garut sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab. Sehingga, program penyebaran kupon infaq oleh Baznas Garut, betul-betul diketahui oleh pemerintah daerah Garut.

“Tujuan disebarkannya kupon tersebut adalah untuk membantu warga yang membutuhkan, dan peruntukan lainnya, sudah tertera dalam kupon tersebut,” tukasnya, Rabu (14/8/17) (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI