Keterwakilan Perempuan untuk Anggota PPK Garut Hanya 11%, KPU: Banyak yang Belum Memenuhi Syarat

GARUT,(GE).- Baru-baru ini terungkap, keterwakilan perempuan dalam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Garut masih kurang dari 30 persen. Namun keterwakilan perempuan sendiri dinilai hampir merata di semua kecamatan.

Menurut Komisioner KPUD Garut, Lia Juliasih, dari 210 anggota PPK se Kabupaten Garut, 23 di antaranya merupakan perempuan. Memang, jumlah 30 persen keterwakilan tak bisa terpenuhi karena masih banyak yang belum memenuhi persyaratan.

“Memang baru 11 persen keterwakilan perempuannya. Tapi dalam seleksi bukan hanya gender yang kami perhatikan. Jika tak memenuhi kriteria tidak bisa dipaksakan,” katanya, usai pelantikan anggota PPK se Kabupaten Garut di Graha Patriot, Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Minggu (29/10/17).


Diungkapkannya, PPK di daerah lain bahkan ada yang sama sekali tak diwakili perempuan. Jumlah anggota PPK perempuan yang ada di Garut malah dinilai sudah mewakili.

“Ada satu kecamatan yang tiga anggotanya perempuan. Jadi semuanya sudah cukup terwakili,” tukasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jabar, Agus Rustandi dan para anggota PPK di Jabar akan bertugas sampai Pilkada 2018 selesai. Selama proses seleksi di seluruh wilayah Jabar, Agus menilai sudah sesuai prosedur.

“Sekarang sudah mulai pelantikan PPK. Waktunya dari 29 sampai 31 Oktober. Setelah pelantikan para PPK bisa segera bekerja terutama dalam menyosialisasikan Pilkada,” kata Agus.

Ditegaskannya, untuk penentuan lima anggota PPK di setiap kecamatan dianggap sudah objektif. Terutama dari sisi pengetahuan soal kepemiluan.

“Semua KPU di Jabar sudah melaksanakan tahapan seleksi sesuai prosedur. Kami harap para PPK ini bisa membantu kerja KPU dalam menyelenggarakan Pilkada,” tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI