Kesulitan Biaya untuk Berobat, Penderita Tumor Menunggu Uluran Tangan

GARUT,(GE).- Seorang wanita bernama Siti Aisyah usia 63 tahun, menderita penyakit tumor di perutnya. Warga Kampung Kiaradodot RT 1/1. Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora ini,Kabupaten Garut sudah sepekan terakhir tinggal bersama putranya di Banjaran Kabupaten Bandung sambil berobat jalan ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Maesaroh (48) adik kandung Aisyah menceritakan, tumor yang bersarang di perut kakaknya sudah berlangsung sekitar 1 tahun lalu. Kini kondisinya semakin lama semakin membesar dan beratnya mencapai sekitar 25 kilogram dengan besar lingkaran berdiameter satu meter.

” Ngawitanana mah benjolan di bujal (pusar) sa ageng endog meri. Kapendakna mah basa Januari 2016 eta oge kantos dicandak ka rumah sakit dr. Slamet Garut nganggo kartu Jamkesmas.” Kata Maesaroh, Selasa (31/1/2017)


Bahkan, menurut dia, Aisyah sempat dirawat selama dua pekan. Namun, saat akan dilakukan operasi tiba-tiba muncul lagi benjolan baru di perut sebelah kiri. Setelah itu, lanjut Maesaroh, operasi pun ditangguhkan, lalu dia pun dirujuk untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.

“Kumargi teu gaduh biaya kanggo ongkos sareng bekel di Bandung. Waktos eta teh pun lancek teu dicandak ka rumah sakit. Tapi kalahka di candak ka bumi. Saur ti rumah sakit mah tumor perut,” tuturnya.

Selama tinggal di rumah kurang lebih satu tahun, kondisi perut Aisyah setiap harinya semakin membesar. Kondisi terakhir, selain perut Aisyah membesar, juga ibu dari satu orang anak itu tidak dapat berjalan. Bahkan berat perutnya juga kini mengganggu pernapasan. Atas dasar rujukan dari pengurus RT/RW setempat dan keluarganya, pada Januari 2017 ini, ia kembali berobat ke RS Hasan sadikin Bandung.

Sementara itu, Ketua RT 1/10, Desa Gandamekar, Nunu Nugraha (56) menjelaskan, Aisyah seorang janda beranak satu. Ia tinggal sendirian di rumah yang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Saat akan berangkat ke Bandung juga ongkosnya hasil sumbangan dari para tetangganya. Suami Aisyah bernama Ade pekerja serabutan, tetapi sudah lama bercerai. Sekarang Aisyah tinggal di rumah anaknya di Banjaran. Anaknya juga kerjannya serabutan,” ungkapnya.

Kepala Desa Gandamekar, Popo Kosasih mengatakan, pihak Desa terus berupaya untuk membantu penanganan Aisyah untuk berobat, agar tumor di perutnya bisa di operasi “Sudah jauh-jauh hari kami mengutus kader desa untuk menyelesaikan dan mengurus surat-surat yang diperlukan dalam penanganan operasi atau pengobatan ke RS Hasan Sadikin Bandung.” ujarnya. Diharapkannya ada pihak yang mau membantu untuk biaya pengobatan warganya tersebut. ( Jay/ Kus)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI