Kesenian Gondang, Seni Tradisi “Karuhun” yang Terancam Tinggal Kenangan

Grup Seni Tradisi Gondang Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, saat manggung dalam acara peringatan HUT RI ke 71, belum lama ini./Useu G Ramdani/'GE'

CIBATU, (GE).- Bagi kebanyakan generasi muda di Jawa Barat, mungkin sangat jarang mengenal terlebih mengakrabi kesenian tradisi warisan “karuhun,” khususnya Sunda. Seni Gondang adalah salah satu kesenian Sunda buhun yang oleh beberapa seniman dikhawatirkan tinggal kenangan saja.

Seni Gondang sebenarnya sebuah kesenian tradisi yang cukup populer pada zaman “baheula.” Seiring berjalannya waktu, kesenian ini keberadaanya makin tergerus modernisasi zaman.

Di tengah kekhawatiran akan punahnya kesenian tradisi ini, di Kecamatan Cibatu ada sekelompok warga yang masih peduli “ngamumule” Seni Gondang ini. Para seniman yang masih bersemangat melestarikan salah satu seni Sunda ini membentuk grup seni Gondang di Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Grup Seni Gondang asal Cibatu, walau tidak se-intens grup seni modern dalam manggungnya. Namun Seni Gondang asal Desa Wanakerta ini setidaknya masih eksis mentas di hari hari besar tertentu, misalnya dalam tradisi “Agustusan.”

Pada dasarnya, Seni Gondang hampir mirip dengan pertunjukan teater, hanya saja Seni Gondang lebih menonjolkan dialog interaktif antara laki-laki dengan perempuan yang kental dengan guyonan guyonan segar. Dikisahkan, dalam Seni Gondang, pihak laki-laki menyampaikan rayuan rayuan maut kepada pasangannya masing-masing saat musim panen padi tiba. Pada zaman dahulu, kesenian ini biasanya digelar saat malam bulan purnama.

Neni Warawarneni, yang merupakan Ketua PKK Desa Wanakerta, berharap dengan masih eksisnya pertunjukan Seni Gondang ini bisa lebih dikenal masyarakat. Terutama generasi muda jadi tahu bagaimana serunya kesenian asli Sunda ini.

“Kesenian Gondang akan terus diupyakan untuk tetap lestari. Ini seni warisan leluhur kita (Sunda) yang harus tetap eksis, jangan sampai tinggal kenangan saja,” harapnya.

Sementara itu, Dati Rahmawati yang merupakan seniman Gondang mengakui, bahwa para pemain Seni Gondang di Desanya ini merupakan regeneraso dari seniman gondang para orang tuanya zaman dahulu. Mereka bertekad akan terus melestarikan budaya lokal yang langka ini.

“Pokoknya, seni Gondang ini harus ‘dimumule.’ Kami bertekad akan terus mengupayakan agar kesenian in bisa eksis bahkan bisa lebih maju, sebagai ciri jati diri budaya Ki Sunda.” Tandasnya. (Useu G Ramdani)***