Kesel jadi Korban First Travel, Warga Garut Berharap Pemerintah Turun Tangan

GARUT, (GE).- Beberapa orang warga Garut mengaku jadi korban penipuan penyedia jasa perjalanan umrah/ haji First Travel. Setelah terlanjur menjadi korban, mereka berharap pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana yang sudah disetorkan.

Mereka (beberapa warga Garut) mengaku, hingga saat ini, para korban belum mendapatkan kepastian mengenai uang yang akan diganti atau keberangkatan umrah.

Prity (45) bukan nama sebenarnya, salah seorang korban warga Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, mengaku sebelumnya akan diberangkatkan awal tahun ini (2017) setelah membayar lunas ongkos umrah via agen First Travel di Bandung sebesar Rp 22 juta. Namun, pemberangkatan tersebut ternyata diundur hingga Maret.


Pada bulan April korban kembali diharuskan menambah ongkos Rp 5 juta dengan alasan agar pemberangkatan dipercepat, dan korban pun dipastikan akan berangkat pada Mei. ” Setelah bayar tambahan yang Rp 5 juta saya juga dan rekan-rekan lainnya dari Garut diberi koper yang didalamnya ada mukena, dan jas khusus yang pakai aksesoris First Travel,” ungkapnya.

Dijelaskannya, janji berangkat Mei gagal lagi, lalu diundur setelah lebaran Idul fitri. Selanjutnya janji-janji dari pihak First Travel tak kunjung ditepati. Akhirnya kasus ini terpublikasi secara luas seperti sekarang ini.

” Ahirnya saya menyadari telah tertipu. Kesel juga, kini saya tahu ternyata yang menjadi korban jumlahnya puluhan ribu orang. Di Garut juga banyak korban kasus ini yang mendaftar di agen Bandung termasuk saya dan saudara serta rekan lainnya,” katanya.

Diharapkannya, pemerintah bisa turun tangan menyelesaikan kasus penipuan ini. “Saya mengetuk hati pengelola First Travel, Kemenag, OJK, Bareskrim dan pihak-pihak lainnya untuk segera menyelesaikan kasus ini, dan agar membantu mengembalikan dana para korban,” harapnya, Kamis (24/8/2017). (Alle)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI