Kesan Angker Situ Cibuyut Bertambah, setelah Keberadaan “Jurig Léléd Samak” Penghuni Situ Diungkap Warga

TENGGELAMNYA seorang pemuda tanggung hingga tewas di Situ Cibuyut tempo hari, sepertinya menjadi momen terkuaknya berbagai mitos makhluk dari dunia lain. Keberadaan Situ Cibuyut di kawasan Desa Lewobaru, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini masih menjadi pembicaraan hangat sejumlah warga sekitar Situ Cibuyut.

Dalam tulisan garut-express.com sebelumnya, meninggalnya korban saat akan mandi di Situ Cibuyut ini dikaitkan dengan beberapa makhluk halus “penghuni” Situ. Beberapa warga setempat menyebut keberadaan makhluk yang tak kasat mata seperti buaya putih, kura-kura raksasa hingga ikan jadi-jadian bernama Si Rawing dan Si Dongkol.

Kini kesan angker Situ Cibuyut bertambah, setelah warga mengaitkan salah satu makhluk halus lainnya di situ tersebut yang dijuluki “Jurig Léléd Samak.” Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, “Jurig Léléd Samak” bisa diartikan hantu tikar yang menggulung.


Adalah Wiwit Ihdatulloh, salah seorang staf pengajar di SMP Pasundan Malangbong, tempat dimana korban tenggelam mengenyam pendidikan. Wiwit menceritakan ihwal kejadian tenggelam anak didiknya saat bersama temannya bernama Ramdani.

“Kata Ramdani, anak didik saya, almarhum sebenarnya sempat berupaya ditolong beberapa temannya dan warga. Namun almarhum seperti digulung air deras yang bercampur rumput, kemudian tenggelam tak terselamatkan. Beberpa warga di sini (sekitar Situ Cibuyut/red) percaya tenggelamnya korban ini digulung ‘Jurig Léléd Samak’,” katanya. Senin (27/3/17).

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Lewobaru, Kecamtan Malangbong, Dadi Winata, mengatakan, memang saat diangkat ke daratan kondisi tubuh almarhum kondisinya licin karena dipenuhi rumput air.

“Ya, saat dievakuasi jasad korban tidak mengambang karena memang tersangkut di kedalaman air situ yang bercampur rumput halus. Jasad korab masuk tepat di sekitar pusaran tujuh mata air yang memang pusarannya memutar deras,” ungkapnya.

Kang Obet, warga sekitar Situ Cibuyut lainnya, mengatakan, terkait keberadaan “Jurig Léléd Samak” di Situ Cibuyut memang telah lama menjadi cerita turun temurun.

Dikatakannya, mitos “Jurig Léléd Samak” di Situ Cubuyut oleh warga sekitar kerap kali dikaitkan dengan tradisi pantangan membuang tikar (samak), seprai, atau alas tidur lainnya yang biasa digunakan untuk tidur ke situ atau sungai. Sebagian warga percaya jika alas tempat tidur itu nantinya akan digunakan makhluk halus penghuni perairan.

Menurut beberpa literatur tradisi budaya Sunda, mitos “Jurig Léléd Samak” ada di beberapa wilayah di Tatar Pasundan (Jawa Barat). Misalnya, di daerah Sumedang, “Jurig Léléd Samak” ini digambarkan sebagai sosok makhluk halus berwujud tikar menggulung yang menghuni kawasan perairan, seperti sungai, danau atau sejenisnya.

Asal usul kisah “Jurig Léléd Samak” sendiri hingga kini belum jelas dari mana datangnya. Hanya saja, di beberapa wilayah di Tatar Priangan, konon “Jurig Léléd Samak” berasal dari arwah “penasaran” yang matinya tidak wajar.

Seperti diketahui, di beberapa wilayah Jawa Barat tata cara dalam menguburkan jenazah kerap memakai samak (tikar). Biasanya, jenazah ini sebelum dikuburkan dibaringkan di atas tikar.

Nah, tikar atau samak bekas mayat tersebut, konon pada zaman dahulu kala dibuang ke sungai atau ke situ. Maka, sejak saat itu warga di Tatar Sunda kerap mengaitkan makhluk halus yang berada di wilayah perairan dengan julukan “Jurig Léléd Smak.”

Seperti halanya, kejadian tenggelamnya warga beberapa hari lalu di Situ Cibuyut,  dikaitkan dengan keberadaan “Jurig Léléd Smak”. Kecamatan Malangbong sendiri secara geografis memang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang. Tak heran mitos ini seperti gayung bersambut.

Terlepas dari beberapa mitos dan mistis yang diceritakan sebagian warga sekitar, Situ Cibuyut merupakan kawasan potensial untuk diekspolrasi menjadi destinasi wisata alam yang cukup menjanjikan di kawasan Garut Utara. (TAF Senopati) ***

Editor: Kang Cép

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI